Aset Ba'asyir Dibekukan, MMI Ancam Somasi Depkeu AS

Aset Ba'asyir Dibekukan, MMI Ancam Somasi Depkeu AS

- detikNews
Sabtu, 15 Apr 2006 08:25 WIB
Jakarta - Setelah merasa geli mendengar kabar Departemen Keuangan (Depkeu) AS membekukan aset Abu Bakar Ba'asyir, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menyiapkan amunisi. Mereka akan mengajukan somasi. "Somasi ini akan kami tempuh karena itu merupakan counter yang elegan," ujar Ketua MMI, Fauzan Al-Anshari dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (15/4/2006). Fauzan lantas memaparkan somasi yang akan diajukannya pada 15 April. Dalam waktu 1 x 24 jam sejak Sabtu 15 April 2006, pihak Depkeu harus memberikan rincian rekening dan bank yang digunakan Ba'asyir untuk menyimpan aset yang dinilai terkait dengan Al Qaeda. Apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi maka MMI akan mengajukan protes keras pada pemerintah AS. Alasannya karena telah melakukan fitnah keji pada pemimpin tertinggi MMI tersebut. Protes keras juga menjadi pilihan bila dalam 10 hari kemudian, Depkeu tidak mampu menunjukkan rekening dan bank yang dimaksud. Fauzan menilai apa yang dilakukan oleh Depkeu AS itu adalah bentuk manuver kotor. Upaya itu dilakukan untuk mencari alasan yang bisa diterima akal sehat sebagai hadangan pada Ba'asyir yang akan bebas pada 14 Juni mendatang. "Biar lebih jelas, akan ada jumpa pers MMI di LP Cipinang jam 11," imbuh Fauzan. Dikatakan Fauzan, dirinya mendapat informasi dari berbagai bahwa saat ini brimob tengah melakukan latihan intensif untuk menghadapi bulan Juni. "Saya masih belum tahu, persiapan Juni karena Abu Bakar Ba'asyir bebas atau karena buruh," katanya sambil tertawa. Seperti diberitakan news.com.au Depkeu AS telah memblacklist aset empat orang yang dianggap terkait Jamaah Islamiah (JI). Empat orang itu adalah Abu Bakar Ba'asyir, Gungun alias Rusman Gunawan, Taufik Rifki, dan Abdullah Anshori. (wiq/)


Berita Terkait