Kecelakaan KA, Polisi Periksa Dua Saksi
Jumat, 14 Apr 2006 23:31 WIB
Medan - Penyebab terjadinya kecelakaan dua kereta api barang di Sumatera Utara (Sumut) masih dalam penyelidikan. Polisi baru meminta keterangan dua orang saksi. "Kita sudah meminta keterangan dua orang saksi dari masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut. Kemungkinan malam ini juga akan ada yang kita mintai keterangan," kata Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Monang Situmorang saat dihubungi detikcom, Jumat (14/4/2006). Menurut Situmorang, saksi yang dimintai keterangannya malam ini adalah petugas di Stasiun Teluk Mengkudu, yakni stasiun terdekat dengan tempat kejadian perkara. Sementara keterangan saksi lainnya, termasuk masinis dan kondektur kereta yang selamat, akan dijadwalkan berikutnya. "Penyelidikan perkara masih terus dilakukan. Namun belum dapat diputuskan apa yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan ini," tambah Situmorang.Dijelaskan dia, kepolisian masih berupaya melakukan penyelidikan. "Sehingga terlalu dini jika menyebutkan human error sebagai penyebab kecelakaan ini," imbuhnya. Sebelumnya, Humas PT Kereta Api Divisi Regional I Sumut, Esman Lubis menyatakan adanya dugaan penyebab kecelakaan karena kereta api yang berada di depan, KA 2911 yang dikemudikan Sutikno berjalan lebih lambat. Diduga kereta ini melaju lambat karena dalam keadaan rusak. Kereta tersebut, menurut Lubis hanya melaju pada kecepatan antara 10 sampai 20 kilometer per jam. Sementara, KA 1901 yang dikemudikan Neken Ginting melaju dengan kecepatan sekitar mencapai 60 kilometer per jam. Diduga, karena rusaknya sistem komunikasi antar stasiun, kondisi kereta yang rusak tidak bisa disampaikan kepada kereta api yang berada di belakang. Sehingga tetap melaju dengan kecepatan semula dan menabrak kereta api 2911 yang ada di depan. Seperti diketahui, kecelakaan kereta api barang ini menyebabkan tewasnya masinis dan kondektur kereta api KA 1901, yakni Neken Ginting (54) dan Hiras Samosir (47). Saat ini jenazah kedua korban sudah disemayamkan di rumah masing-masing. Sementara tiga korban luka dalam kejadian itu masih mendapat perawatan serius di ruang ICU Rumah Sakit Umum dr Pirngadi, Jalan HM Yamin Medan. Salah seorangnya bahkan salah seorang korban terpaksa diamputasi kakinya. Zultani (48) teknisi bagian rem, terpaksa diamputasi bagian pergelangan kaki kirinya karena remuk. Sementara, di lokasi kejadian, di Desa Fortuna, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, sekitar 38 kilometer dari Medan, hingga Jumat malam proses evakuasi gerbong yang terjungkal masih terus berlangsung.
(wiq/)











































