Muhammadiyah Kecam Pengrusakan Kantor Playboy
Jumat, 14 Apr 2006 10:37 WIB
Jakarta - Kendati FPI membantah, pengrusakan kantor Majalah Playboy terus menuai kritik pedas. Tindakan anarkis tersebut tidak bisa ditolerir. Pemerintah harus turun tangan."Saya tidak mentolerir kekerasan, sweeping, anarkisme atas nama apa pun," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantornya, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat ( 14/4/2006).Menurut dia, tindakan yang dilakukan FPI akibat dari kurang cepatnya pemerintah merespon masalah penerbitan Playboy. Untuk itu, Din menyarankan agar pemerintah cepat bertindak terhadap isu-isu rawan yang memunculkan keresahan masyarakat. Salah satunya, terkait dengan penerbitan majalah playboy yang memicu tindakan anarkis FPI."Saya menyarankan FPI agar berhati-hati terhadap anarkisme dan pelanggaran hukum, di samping tindakan tersebut rawan penyusupan," imbau Din.FPI membantah keras terlibat aksi pengrusakan kantor Playboy pada 12 April. FPI lantas menuding Laskar Pembela Islam (LPI) sebagai pelaku di balik pengrusakan kantor majalah Playboy di Gedung AAF, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dalam aksi anarkis ini, dua polisi menjadi korban timpukan batu.
(aan/)











































