Dephan Alokasikan Pembelian 6 Unit Sukhoi
Jumat, 14 Apr 2006 06:16 WIB
Malang - Departemen Pertahanan (Dephan) akan mengalokasikan pembelian 6 unit pesawat tempur jenis Sukhoi untuk TNI AU. Diharapkan Departemen Keuangan bisa menyetujui skema kredit ekspor yang ditawarkan pemerintah Rusia."Kita mengalokasikan untuk memberikan TNI AU dalam pengadaan Sukhoi 6 unit," jelas Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin usai rapat di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis (13/4/2006). Menurutnya, pada akhir April ini akan ada pertemuan komite bersama teknologi militer antara Indonesia dan Rusia."Diharapkan apabila pemerintah dalam hal ini Depkeu menyetujui skema kredit ekspor versi Rusia yang disebut state credit, mudah-mudahan proses itu dapat dilakukan," jelas Sjafrie.Bila tawaran tersebut disetujui, maka Rusia juga akan mempercepat proses pengadaan tersebut setidaknya bisa menggelar 2 unit Sukhoi untuk tipe twin atau 2 tempat duduk pada tahun 2007.Ketika ditanya apa kendalanya sehingga Depkeu belum bisa memberikan persetujuan soal skema Rusia tersebut, Sjafrie menjelaskan, sebenarnya tidak ada kendala strategis kecuali waktu saja. Sebab di dalam koordinasi di tingkat eselon I interdept, sudah ada sinyal bahwa tawaran tersebut sudah direspons oleh pihak Depkeu."Tentunya putusan itu harus secara benar bahwa Depkeu belum bisa menjawab secara formal karena hal itu harus melalui interdept. Jadi persoalannya hanya waktu," tambah Sjafrie. Sepeti diketahui, TNI AU saat ini sudah memiliki 4 pesawat Sukhoi dari Rusia. Namun TNI AU berniat mengembangkan kekuatan pesawat tempur terutama jenis Sukhoi menjadi satu skuadron atau setidaknya menambah armada Sukhoi menjadi sepuluh unit.
(atq/)











































