Playboy Indonesia Masih Mengandung Muatan Pornografi

Playboy Indonesia Masih Mengandung Muatan Pornografi

- detikNews
Jumat, 14 Apr 2006 01:02 WIB
Jakarta - Penerbitan majalah Playboy Indonesia masih menjadi perdebatan. Pihak penerbit menilai majalah ini tidak mengandung muatan ponografi. Sementara pengamat media Ade Armando menilai dalam edisi perdana yang terkesan 'malu-malu' ini masih mengandung unsur pornografi."Menurut saya yang dimaksud porno adalah yang merangsang. Memang majalah ini tidak lebih porno dari yang lain. Namun saya tetap menilai majalah ini adalah media umum yang ada muatan pornografinya," ujar Ade dalam dialog yang disiarkan stasiun televisi ANTV, Kamis (13/4/2006) pukul 22.30 WIB.Sebenarnya, tambah Ade, tidak ada perdebatan mengenai definisi pornografi, yaitu sesuatu yang mengundang hasrat dan birahi seksual (sexual arousal). Definisi tersebut adalah definisi yang netral dan tidak perlu diperdebatkan lagi."Kita nggak usah berpura-pura itu dan mengembalikan itu ke pikiran kita masing-masing. Pria itu sama kok. Gambar itu gambar-gambar (vulgar) semacam itu mengandung sexual arousing. Memang ada klasifikasinya, ada yang liar dan kasar, ada juga yang ekslusif," tegas Ade.Menanggapi pernyataan Ade tersebut, Direktur PT Velvet Silver Media yang memegang lisensi penerbitan Playboy di Indonesia membantahnya. Menurut Erwin, untuk menilai porno atau tidaknya edisi perdana Playboy Indonesia harus dilakukan perbandingan serta melihat secara utuh isi dari majalah tersebut."Harus dilihat secara komparatif dan juga kontennya. Muatan gambarnya kurang dari 16 persen dari total 160 halamannya," bantah Erwin.Menurutnya, masih banyak majalah maupun siaran televisi yang jauh lebih vulgar dibandingkan dengan materi-materi dalam Playboy edisi perdana. "Semua itu ada parameternya. Parameternya adalah media-media yang selama ini sudah terbit selama belasan tahun, juga siaran-siaran yang ada di televisi yang menurut saya jauh lebih vulgar," kilahnya. (fjr/)


Berita Terkait