Pembangunan Bandara Kuala Namu Dimulai 5 September
Kamis, 13 Apr 2006 23:08 WIB
Deli Serdang - Rencana pembangunan Bandara Kuala Namu, sebagai pengganti Bandara Polonia Medan, sudah final. Bahkan jadwal peletakan batu pertamanya sudah ada. Waktu yang dipilih adalah 5 September 2006, bersamaan dengan peringatan satu tahun jatuhnya pesawat Mandala Airlines yang turut merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Rizal Nurdin. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menyatakan, pembangunan Bandara Kuala Namu sudah merupakan komitmen penuh pemerintah. Dikatakannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahkan sudah menyetujui pembangunan dan menetapkan pada 5 September 2006 sebagai tonggak sejarah peletakan batu pertama. "Dipilihnya 5 September 2006, karena hari tersebut merupakan hari bersejarah, kejadian yang luar biasa bagi Sumatera Utara. Sekaligus mengingatkan terjadinya kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa Gubernur Rizal Nurdin dan mantan Gubernur Raja Inal Siregar," kata Paskah.Hal ini dikatakannya saat meninjau lokasi calon Bandara Kuala Namu di Desa Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, sekitar 40 kilometer dari Medan, Kamis (13/4/2006). Pembangunan Bandara Kuala Namu, kata Paskah, sudah menjadi skala prioritas. Dananya sudah dialokasikan pemerintah. Kombinasi pendanaannya diharapkan dari dana multibilateral, yakni perpaduan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga dari Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia. Namun, alternatif lainnya juga ada ditawarkan pemerintah untuk pembangunan bandara ini kepada investor yang sudah berniat ikut membangun bandara tersebut. Menurut Paskah, pembangunan bandara tersebut dibagi dua yakni air site (taxi way, apron) dan line site (gedung bandara, terminal, parkir). Untuk air site akan didanai dari APBN dengan cara pemerintah meminjam dari negara asing. Sedangkan untuk pembangunan line site 70% dari investor dan 30% dari PT Angkasa Pura II. Pada Juni 2006, PT Angkasa Pura II akan melakukan ground breaking atau pematangan lahan jalan akses utama ke Bandara Kuala Namu dengan menganggarkan dana Rp 6 miliar. Sementara pembangunan jalan tol, rel kereta api dan jalan alternatif lainnya bersumber dana dari pemerintah. Paskah mengakui bandara Kuala Namu ini sangat strategis mengingat daerah tersebut bisa dilalui moda-moda transportasi lainnya. Apalagi luas arealnya mencapai 1.365 hektar, beda sedikit dengan Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki luas sekitar 1.800 hektar. Mengenai nilai ril dana yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara ini, Paskah mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memberitahukannya, karena masih memerlukan rincian yang mendalam termasuk masalah pembebasan lahan di sekitar bandara.
(atq/)











































