Densus 88 Selidiki Dugaan Puluhan Warga Garut Dibaiat Masuk NII

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 09:49 WIB
Petugas dari berbagai unsur melakukan pendataan warga terkait dugaan pembaiatan NII, di Garut, Rabu (6/10/2021).  Salah satu saksi menyatakan warga yang dibaiat didoktrin  pemerintah RI thogut.
Warga Garut diduga dibaiat NII. (Hakim Ghani/detikcom)
Jakarta -

Puluhan warga Garut, Jawa Barat (Jabar), mengaku dibaiat masuk aliran sesat Negara Islam Indonesia (NII) dengan didoktrin menyebut pemerintah RI thogut. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sedang menyelidiki dugaan pembaiatan oleh NII ini.

"Iya (dilakukan penyelidikan), tentu saja. Kami sedang mengumpulkan informasi yang lengkap tentang hal ini," ujar Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Aswin menjelaskan Densus sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencegahan. Menurutnya, mereka tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada puluhan warga Garut yang mengaku dibaiat NII ini.

"Iya, tim Densus 88 sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga Garut mengaku dibaiat masuk aliran sesat NII. Mereka kabarnya didoktrin menyebut pemerintah RI thogut.

Puluhan warga yang dikabarkan dibaiat masuk NII itu diketahui merupakan warga Kecamatan Garut Kota, Garut. Kepada aparat pemerintahan setempat, mereka mengaku didoktrin seseorang.

Lurah Sukamentri Suherman mengatakan, berdasarkan pengakuan sejumlah anak yang mengaku dibaiat, salah satu doktrin yang diberikan adalah menganggap pemerintah RI thogut.

"Ajarannya yang diterima ya... menganggap negara ini thogut," ujar Suherman kepada wartawan, Rabu (6/10).

Suherman menjelaskan informasi mengenai puluhan warga dibaiat masuk NII ini terungkap setelah adanya pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya. Remaja lelaki itu mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya, kata Suherman, langsung melakukan pendataan. Hasilnya, diketahui ada 59 orang yang didominasi remaja mengaku dibaiat masuk NII.

"Ada 59 kalau didata. Ada orang tua, ada anak-anak," katanya.

Simak juga Video: Densus 88 Temukan 35 Kg Bahan Peledak TATP di Kaki Gunung Ciremai

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)