Brigadir Aswin Sitepu Dimakamkan di Perkebunan Karet

Brigadir Aswin Sitepu Dimakamkan di Perkebunan Karet

- detikNews
Kamis, 13 Apr 2006 19:04 WIB
Medan - Kamis (13/4/2006), sekitar pukul 15.30 WIB itu, cuaca mendung menimpali suasana duka di perkebunan karet di Dusun Sahkuda, Desa Kuta Parit, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Sepasukan Brimob bersigap membentuk barisan. Lantas serentak tembakan salvo memecah keheningan. Di salah satu barisan, seorang pria paruh baya berdiri tak tegap. Pria yang tak henti meneteskan air mata itu adalah Sedia Sitepu, ayah kandung Brigadir Anumerta Aswin Sitepu. Tembakan salvo yang terdengar merupakan bagian dari upacara pemakaman Aswin, yang dipimpin Kepala Kepolisian Resort Kota Binjai, AKBP Jhonny Assodoma. Aswin Sitepu adalah anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob) Daerah Sumut yang meninggal dunia setelah dirawat delapan hari di rumah sakit. Dia salah satu korban ledakan dalam sesi latihan penanganan bom yang berlangsung di Markas Brimob Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan, pada 5 April lalu. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Gleneagles, Jalan Listrik Medan, pada Rabu (12/4/2006) sekitar pukul 19.05 WIB, tanpa sekalipun sadar dari koma sejak kejadian ledakan itu. Kemarin malam jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka, yang berada Desa Kuta Parit, sekitar 50 kilometer dari Medan, ibukota Sumut. Sekitar satu kilometer dari lokasi penguburan Aswin merupakan komplek pemakaman keluarga. Dalam daftar riwayat hidup yang dibacakan sebelum pemakaman disebutkan, almarhum Aswin yang mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Brigadir, dari Brigadir Polisi Satu sebelumnya, dilahirkan di Kuta Parit pada 24 Juni 1980. Dia anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Sedia Sitepu dan Lade Ginting. Anggota Brimob yang pernah bertugas di Aceh ini merupakan angkatan XXI Sekolah Calon Bintara Polri Sampali, Medan. Jabatan terakhirnya sebagai Bintara Jihandak, Subden Gegana, Brimobda Sumut. Dia pernah mendapat penghargaan Satyalencana Ksatria Tamtama dan Satyalencana Darma Nusa. Menurut keluarga, sehari-hari Aswin merupakan sosok yang ramah dan suka bersilaturrahmi. Bagi keluarga Sitepu, kepergian Aswin merupakan duka yang mendalam. Sayangnya baik ayah maupun ibu Aswin tidak kuasa memberikan pernyataan kepada wartawan, sebab duka yang begitu dalam. Bahkan Lade Ginting tak kuat menghadiri pemakaman sang anak. "Ibu tak bisa hadir ke pemakaman, karena masih shock," kata seorang kerabat. Bagi keluarga besar Brimob, kepergian Aswin juga menjadi duka mendalam. Ledakan yang terjadi saat latihan penanganan bom yang berlangsung di garasi mobil milik Markas Detasemen 88 Anti Teror, yang berada dalam kompleks Markas Brimob Sumut itu menyebabkan lima anggotanya meninggal dunia. Empat anggota Brimob lainnya adalah Bripda Sahnal, Brida Syahrial, Brigadir Ucok Sugianto, dan Bharaka Relius Malau. Sementara korban luka yang masih dirawat di rumah sakit berjumlah enam orang, yakni Iptu Sutoyo, Ipda Pelawi, Brrigadir Sugiarto, Bripda Sumardi, Bripda Hartono dan Bripda Roni Roy. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads