Merapi Bisa Saja Meletus, Warga Diminta Jauhi Hulu Sungai
Kamis, 13 Apr 2006 18:25 WIB
Yogyakarta - Gunung Merapi yang sudah berstatus 'Siaga' bisa saja meletus sewaktu-waktu. Untuk mewaspadai bila gunung meletus, para penambang pasir maupun warga sekitar diminta untuk menjauhi aliran dan badan sungai yang berhulu di Gunung Merapi.Hal itu dikemukakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Dr A. Ratdomo Purbo di kantornya, Jl Cendana, Yogyakarta, Kamis (13/4/2006). "Mengingat status sudah naik dan kemungkinan bisa terjadi letusan, kami mengimbau agar warga maupun penambang pasir untuk menjauh dari alian sungai di Merapi," kata Purbo.Menurut Purbo, aliran sungai yang berhulu di Merapi yang harus dijauhi, antara lain, Kali Putih, Kali Sat, Kali Senowo, Kali Apu, Kali Trising, Kali Woro, Kali Gendol, Kali Boyong dan Kali Krasak. Semua sungai tersebut berada di empat kabupaten yakni Kabupaten Magelang, Boyolali, Sleman dan Klaten. Sedang radius atau jarak yang harus dijauhi sekitar 8 kilometer dari puncak."Tidak hanya itu, kami juga melarang pendakian ke puncak Merapi, baik dari Selo Boyolali, maupun Kinahrejo Cangkringan Sleman," kata dia. Sementara itu, secara terpisah Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Subandriyo menambahkan data terakhir memperlihatkan sudah terjadi gempa vulkanik sebanyak delapan kali, gempa multifase 116 kali, guguran lava 18 kali, dan gempa tektonik dua kali. Berdasarkan beberapa alat sensor yang dipasang di pos-pos pengamatan sudah terpantau adanya peningkatan gempa vulkanik yang besar, baik di puncak maupun lereng. Besarnya getaran gempa tercatat di seismograf dengan magnitudo semakin meningkat. "Besarnya berkisar antara 1,5 hingga 2,5 skala richter, meski besaran seperti itu belum terasa terhadap manusia. Namun itu sudah cukup besar bila gunung mulai beraktivitas," kata dia.
(asy/)











































