Kini Pindah Tempat, Ini 4 Alasan Monas Jadi Venue Formula E

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 17:57 WIB
Kawasan Monas yang akan menjadi lokasi balapan Formula-E.
Monas (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Gelaran Formula E yang sudah beberapa kali mengalami penundaan kini batal digelar di Monas, Jakarta Pusat. Ajang balapan itu batal digelar di Monas lantaran terkendala perizinan dari pemerintah pusat.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pun kini tengah menyiapkan 5 venue pengganti. Namun, belum dijelaskan mana saja 5 venue alternatif yang disiapkan untuk Formula E tersebut.

"Banyak, ada 5 alternatif. Karena Monas kayaknya agak berat dari sisi perizinan, jadi kita cari lokasi ikon Jakarta yang memang menunjukkan Jakarta," kata Direktur JakPro, Gunung Kartiko, kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Pemakaian Monas menjadi venue Formula E memang menuai pro-kontra sejak awal mula diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 10 September 2019. Penolakan datang dari berbagai pihak dengan pertimbangan utama: ada cagar budaya di kawasan Monas.

Anies hingga JakPro pun saat itu mengungkap alasan Monas dipilih sebagai venue Formula E. Apa saja?

1. Tak Mudah Ubah Rute

Anies mengatakan mengubah rute Formula E tak seperti mengubah rute TransJakarta. Butuh waktu untuk menentukan rute baru. Kendati demikian, Anies menyatakan siap mencari venue Formula E yang baru jika Monas tak dianjurkan.

"Begitu tidak dianjurkan tidak di Monas, ya sudah, kita akan cari yang baru. Kalau soal Formula E sih tinggal cari rute," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

2. Ingin Jakarta di Orbit Kota-kota Besar

Anies menilai selama ini Formula E sebagai perhelatan bergengsi dunia. Dia juga berbicara Formula E bisa mendorong masyarakat beralih ke kendaraan berbasis energi berkelanjutan, seperti energi listrik.

"Dengan kegiatan Formula E di Jakarta, kita berharap bisa mendorong, lebih kuat lagi, lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan kendaraan berbasis energi yang sustainable, termasuk hari ini yang berbasis listrik," ujar Anies.

Selain itu, dengan adanya Formula E di Monas, Anies berharap Jakarta masuk ke level selanjutnya. Anies ingin Jakarta masuk ke orbit kota-kota besar di dunia.

"Jadi harapan kita, dengan penyelenggaraan Formula E di sini, maka Jakarta masuk tahap berikutnya, kita ingin berada di orbit kota-kota besar. Yang modern, megacity, yang mampu menjadi tuan rumah event dunia, seperti Formula E ini," ungkap Anies.

Simak alasan lain di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Respons Wagub DKI soal PDIP Beri Sinyal Coret Anggaran Formula E':

[Gambas:Video 20detik]



3. Karena Monas Digagas oleh Bung Karno

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo saat itu, Dwi Wahyu Darwoto, mengungkapkan alasan Formula E digelar di Monas dan pada 6 Juni 2020. Pemilihan tanggal dan tempat disebut telah melalui proses diskusi yang panjang.

"Kawasan Medan Merdeka dibatasi oleh Medan Merdeka Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Yang di dalamnya ada Monas. Kita diskusinya cukup kuat kenapa kita sampai dapat tanggal 6 Juni 2020," kata Dwi dalam acara Media Briefing Formula E di Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Dwi mengungkapkan, selain event sebelumnya digelar pada tanggal dan bulan yang sama di Berlin, 6 Juni merupakan hari lahir presiden pertama Indonesia, Sukarno. Untuk itu, Dwi menilai 6 Juni menjadi waktu yang tepat untuk menggelar Formula E.

"Sebetulnya dulu tanggal 6 Juni ini event-nya di Berlin. Akhirnya kita ambil. Dalam perspektif kita, kalau teman-teman semua bisa melihat sejarah kira-kira ada yang aware nggak tanggal 6 Juni hari apa? Hari lahir Bung Karno. Beliau sebagai presiden pertama, beliau yang punya ide atau arsitek mengenai Monas," ungkapnya.

4. Lokasi Monas Dinilai Ikonik

Deputy Director Communications Formula E Indonesia Hilbram Dunar mengungkapkan alasan Formula E digelar di Monas. Kata dia, Monas adalah lokasi yang ikonik. Hingga kini, dia juga belum menyebut opsi rute alternatif.

"Kalau ditanya bocoran. Kami berusaha untuk mendapat tempat sirkuit Monas yang iconic buat Jakarta, yang juga membuat mata internasional kagum. Representasikan Jakarta," ucap Hilbram saat dihubungi, Jumat (7/2).

Menonjolkan ikon seperti Monas dirasa penting untuk pergelaran internasional. Jadi, akan jelas terasa bahwa pergelaran dilakukan di Jakarta.

"Saya cerita awal dulu kenapa Monas dipilih. Karena Monas icon Jakarta. Terus bisa dibilang icon dari Indonesia. Orang kalau bicara Monas kan Jakarta, Indonesia, Ibu Kota, dan bagus," kata Hilbram.

Menurut dia, ikon suatu kota juga memberikan keindahan saat pengambilan gambar. Bangunan ikonik akan menjadi latar utama saat media massa menyiarkan Formula E. Karena itulah Monas dipilih.

"Kami sudah desain supaya mobil lewat dan diliput media internasional jadi bagus pengambilan karena latar Monas dan gedung iconic di sekitar Monas," kata Hilbram.

(mae/fjp)