Amir Didakwa Bunuh 'Istri Siri' Buntut Cekcok soal Prostitusi

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 16:48 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi pembunuhan (Foto: dok. Thinkstock)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Depok mendakwa Amirrudin dalam kasus pembunuhan seorang perempuan berinisial R di sebuah kontrakan Depok, Jawa Barat. Kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi kasus prostitusi online dengan diawali cekcok mulut terkait uang tarif jasa prostitusi.

"Amir telah didakwa dengan dua pasal oleh JPU Kejari Depok atas kasus yang dibuatnya telah menghilangkan nyawa orang lain," kata Kasi Intel Kejari Depok Andi Rio Rahmat Rahmatu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/10/2021).

Andi mengatakan jaksa hari ini membacakan surat dakwaan terhadap Amirrudin di dalam sidang Pengadilan Negeri Depok (PN Depok).

Dalam dakwaan tersebut, jaksa mengungkap awalnya jenazah korban berinisial R ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar mandi rumah kontrakan di kawasan Pondok Jaya, Cipayung, Depok, pada Jumat, 9 Juli 2021.

Andi mengatakan kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi kasus prostitusi online dan adu mulut terkait uang tarif jasa prostitusi. Awalnya korban R, yang bekerja sebagai pelaku prostitusi online, didatangi tiga tamu pada malam hari. Terdakwa, yang merupakan suami sirinya, pun diminta keluar dari rumah terlebih dahulu saat ada tamu.

Kemudian, terdakwa Amirrudin menanyakan berapa tarif satu orang pelanggan, korban R menjawab 1 orang tarifnya Rp 250 ribu. Namun, menurut Amirrudin, sebelumnya korban pernah menyebut tarif 1 orang Rp 300 ribu. Dari situlah adu mulut antara terdakwa dan korban terjadi terkait uang tarif jasa prostitusi.

Jaksa mengungkap, saat adu mulut terdakwa dengan korban, ada perkataan korban yang membuat terdakwa emosional dan sakit hati. Kemudian terdakwa yang sakit hati atas perkataan korban mengambil pisau cutter yang telah ada sebelumnya di samping korban dan menusukkan ke leher korban.

Saat itu korban berusaha melawan, tetapi tidak berdaya. Kemudian jaksa mengatakan, setelah menusuk korban, terdakwa kabur ke rumah temannya.

Jaksa mendakwa Amirrudin alias Aming bin (Alm) Ahmad Murodi melakukan perbuatan pidana sebagaimana Pasal 338 KUHP, yakni barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.

Terdakwa juga didakwa dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP, yakni perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Simak juga 'Suami Bakar Istri di Probolinggo Ngaku Kesal Gegara Pasangan Selingkuh':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)