Round-Up

4 Fakta Teroris KKB Berulah Lagi di Puncak Papua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 22:02 WIB
Poster
Ilustrasi penembakan (Edi Wahyono/detikcom)
Puncak -

Seorang tukang ojek di Kabupaten Puncak, Papua, ditembak oleh orang tak dikenal. Diduga, para pelaku merupakan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/10) di Jembatan Permanen Kali Ilame, Kampung Wako, Kabupaten Puncak. Ini sejumlah fakta terkait penembakan tersebut.

1. Bertemu 2 Orang Tak Dikenal

Tukang ojek bernama Jusalim (48) mulanya mengantarkan seorang penumpang ke daerah Distrik Gome. Dalam perjalanan balik ke arah Ilaga, tepatnya dekat Jembatan Permanen di Kali Ilame, Kampung Wako, korban disetop dua pelaku.

"Pelaku meminta kepada korban untuk mengantarkan salah satu dari dua orang tersebut kembali ke arah Gome untuk mengambil barang di rumahnya," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Selasa (5/10/2021).

Setelah itu, korban dan salah satu pelaku kembali ke tempat awal korban mengangkut teman pelaku. Di sana, salah satu pelaku telah menunggu di dekat Jembatan Permanen Gome.

2. Korban Hendak Ditembak di Kepala

Tiba-tiba, seorang pelaku yang menunggu di jembatan, menodongkan pistol ke kepala korban. Seketika, pelaku menembak ke arah korban.

"Kemudian pada saat teman pelaku (pelaku 2) yang di belakang korban turun, temannya yang berada di dekat jembatan tersebut mendekati korban dari arah belakang dan langsung mengarahkan sebuah pistol ke arah muka korban serta langsung ditembakkan," ucapnya.

Akan tetapi, korban sempat menolehkan kepala ke arah kiri, sehingga tembakan tersebut mengenai pipi kanan korban (rekoset). Selanjutnya korban langsung memacu sepeda motornya ke arah Pos Raider Yonif 521 untuk meminta bantuan dan pertolongan.

"Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Ilaga untuk mendapatkan pertolongan medis dan mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban dalam keadaan sadar," ucap dia.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya



Simak Video "KKB Papua Serang Nakes, Pimpinan DPR: Sengaja Pancing Perhatian Dunia"
[Gambas:Video 20detik]