Polda Metro Hampir Setiap Hari Terima Laporan Curanmor

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 18:50 WIB
Pencurian sepeda motor dengan kunci kunci later T.
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi pencurian motor (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Angka kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama pandemi mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Polda Metro Jaya dan jajaran polsek dan polres hampir setiap hari menerima laporan warga terkait kasus curanmor.

"Kalau laporan hampir setiap hari ada, tetapi sekalinya kita tangkap itu pelakunya bisa melakukan beberapa kali pencurian. Angka crime total tinggi, tetapi diimbangi dengan crime clearance yang tinggi juga," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi detikcom, Selasa (5/10/2021).

Dalam kesempatan terpisah di Polda Metro Jaya, Yusri menyampaikan satu pembongkaran kasus curanmor bisa mengungkap 100 laporan kepolisian.

"Jadi kalau curanmor, kejadian cukup tinggi. Tetapi setiap pengungkapan pasti melibatkan beberapa puluh laporan polisi. Satu tertangkap biasanya sampai terungkap 100, bahkan lebih, curanmor yang sudah dilakukan," jelas Yusri.

Selain curanmor, Polda Metro Jaya memberi catatan dua kasus lainnya dengan angka kejahatan yang masih tinggi, yakni pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat).

"Ya curas, curanmor, dan curat (yang tertinggi)," terang Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran telah membentuk satuan tim untuk memetakan sejumlah wilayah yang rawan terjadinya tindakan kejahatan. Selain itu, aparat kepolisian akan melakukan patroli di sejumlah tempat yang dinilai rawan terjadinya begal.

"Kapolda sudah memerintahkan untuk membentuk tim-tim termasuk di-backup langsung dikendalikan oleh Reskrimum Polda Metro Jaya untuk memetakan mana-mana wilayah yang menjadi rawan kejahatan. Kemudian jam-jam rawan yang kita lakukan preventif di situ. Kita lakukan patroli di tempat-tempat tersebut contoh saja begal," papar Yusri.

Yusri berharap kedua langkah tersebut dapat memberikan rasa tenang di dalam kehidupan bermasyarakat.

"Yang diharapkan bagaimana kepolisian dalam hal ini untuk membuat tenang," ucap Yusri.

(mea/mea)