Menlu Retno Bicara Rivalitas Kekuatan Besar Berpotensi Belah ASEAN

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 15:13 WIB
Menlu RI Retno Marsudi
Menlu Retno LP Marsudi (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Menlu RI Retno LP Marsudi berbicara mengenai rivalitas kekuatan besar yang berpotensi mengancam stabilitas di kawasan Indo Pasifik. Retno menyerukan penguatan peran penting ASEAN.

Topik mengenai penguatan ASEAN merupakan salah satu poin yang disampaikan Retno dalam pertemuan Menlu ASEAN seperti dalam keterangan pers yang dikutip, Selasa (5/10/2021). Retno awalnya berbicara mengenai tantangan kompleks yang dihadapi oleh ASEAN.

"Di satu sisi, kita semua tengah menghadapi pandemi COVID-19 dan dampak ekonominya dalam 2 tahun terakhir.... Di sisi lain, selain tantangan domestik negara anggota ASEAN, ancaman keamanan terus berkembang dan muncul dalam bentuk baru di masa pandemi ini," ujar Retno.

Barulah kemudian Retno menyinggung soal rivalitas kekuatan besar. Hal itu, menurut Retno, berpotensi membelah kesatuan ASEAN.

"Selain itu, rivalitas kekuatan besar juga terus menajam.... Berpotensi membelah kesatuan antara negara-negara anggota ASEAN.... dan Menambah potensi ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik," ujar Retno.

Retno menegaskan pendekatan business as usual tak lagi dapat dilakukan. ASEAN, sambung Retno, harus semakin kuat seiring meningkatnya ancaman yang dihadapi.

"Saya tegaskan pentingnya penguatan ASEAN sehingga mampu melakukan tiga hal, yaitu.... Menghadapi berbagai tantangan baru yang terus berkembang, melakukan langkah maju dalam merealisasikan komunitas ASEAN yang lebih terintegrasi; dan merealisasikan visi dan tujuan organisasi ASEAN," imbuh Retno.

Retno mengatakan ASEAN harus mampu mengambil peran aktif dalam dinamika di kawasan. Penguatan ASEAN, ditegaskan Retno, harus segera dilakukan.

"Oleh karena itu, Indonesia mengusulkan agar High-Level Task Force on ASEAN Community's Post-2025 Vision yang memiliki mandat untuk menyusun visi Komunitas ASEAN Pasca-2025 juga diberikan mandat untuk bagaimana ASEAN dapat memperkuat dirinya," kata Retno.

"Upaya ini akan mendukung penyiapan seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk implementasi the Post-2025 Vision, pada saat vision ini disepakati oleh negara-negara ASEAN," sambung dia.

(knv/tor)