Pertamina Ingatkan Lagi Waspada Penipuan Bermodus Lowongan Kerja

Khoirul Anam - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 14:21 WIB
Gedung Pertamina Pusat
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan telah menjatuhkan vonis 10 bulan penjara terhadap oknum penipuan penerimaan pegawai PT Pertamina (Persero). Terdakwa divonis bersalah dalam perkara tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berupa penipuan dengan modus rekrutmen pegawai Pertamina.

Pjs Senior Vice President (SVP) Corporate Communication and Investor Relations (CCIR) Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan menghormati keputusan dari Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang (Sidrap) yang telah memvonis terdakwa penipuan rekrutmen pegawai Pertamina.

"Setiap aksi tindak pidana penipuan yang mengatasnamakan Pertamina akan berhadapan dengan hukum. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi oknum yang melakukan hal serupa di masa mendatang," ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).

Diketahui, terdakwa berinisial LM, dalam aksinya mengaku sebagai Heri Muliawan ini didakwa telah melanggar pasal 51 ayat 1 pasal 35 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. LM telah diputus bersalah dengan hukuman 10 bulan penjara.

Fajriyah menambahkan, selama proses berjalan, pihaknya mendukung penuh proses penyelidikan dan penyidikan kasus yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Adapun Pertamina telah memberikan kuasa kepada empat pekerja Pertamina, yakni Sarjono, Nurhadi Purwanto, R. Sanatha Ariwardhana, dan Aji Haryotomo.

Keempatnya mendapat kuasa secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri untuk mewakili Pertamina mengajukan bukti, memenuhi, dan menandatangani berita acara agar proses hukum bisa berjalan lancar hingga tuntas.

Fajriyah mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan informasi penerimaan pegawai Pertamina yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Terima kasih kepada aparat penegak hukum yang telah menuntaskan kasus ini hingga mendapat ketetapan hukum. Hati-hati bagi pelaku penipuan, karena setiap tindak pidana akan berhadapan dengan hukum," tandas Fajriyah.

Masyarakat bisa mengecek informasi resmi Pertamina di website resmi Pertamina di www.pertamina.com atau call center Pertamina 135.

(ega/ega)