ADVERTISEMENT

HUT TNI, Pimpinan DPR Harap Panglima Baru Kaji Konsep Pertahanan Ideal

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 13:51 WIB
Jakarta -

Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan HUT ke-76 tahun hari ini. Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus berharap Panglima TNI yang baru nantinya mengkaji konsep pertahanan Indonesia. Untuk diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun di awal November 2021.

"Nah kita tahu akan ada suksesi Panglima TNI Pak Hadi Tjahjanto akan pensiun, pada tanggal 9 November nanti artinya diharapkan sebelum tanggal 9 November TNI sudah punya Panglima yang baru, walaupun saya katakan secara de jure bahwa Panglima TNI akan pensiun pada tanggal 1 Desember 2021 nanti," kata Lodewijk di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Kajian tersebut menurut Lodewijk, apakah kembali menggunakan minimum essential force atau ada konsep baru membangun postur TNI.

"Nah saya berharap tentunya Panglima TNI yang baru sudah menyusun konsep. Perlu dikaji apakah akan kembali lagi kepada minimum essential force atau apa ada konsep baru untuk menyusun konsep katakan dalam membangun postur TNI," ujarnya.

Menurut Lodewijk, rencana strategis (renstra) selama sudah baik meski tak sepenuhnya tercapai. Masih ada rencana yang belum tercapai.

"Terus terang menurut saya 3 renstra tentang minimum essential force menurut saya sudah bagus, sudah selesai, walaupun target yang diharapkan tidak sampai 100 persen," ujarnya.

Lodewijk berharap, minimum essential force tak lagi digunakan dan diubah dengan konsep kekuatan ideal. Tentu konsep tersebut harus didukung kekuatan ekonomi nantinya pascapandemi.

"Sehingga saya berharap kalau memang nanti ada tambahan dengan segala prioritas yang ada tentunya konsep minimum essential force saya harapkan itu diubah. Tidak lagi sebagai minimum essential force, tetapi kita berbicara tentang konsep kekuatan ideal," sebutnya.

Lodewijk mencontohkan negara tetangga sudah memiliki alutsista bidang udara yang mumpuni. Setidaknya, Indonesia dapat mengimbangi kekuatan pertahanan tersebut.

"Konsep kekuatan ideal kita harus melihat hakikat ancaman seperti apa. Sehingga proses pembangun kekuatan TNI atau pertahanan kita itu tentunya disesuaikan dengan kondisi lingkungan strategis yang ada," imbuhnya.

(rfs/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT