Golkar Telusuri Sumber Nama Airlangga Hartarto di Pandora Papers

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 13:14 WIB
Jakarta -

Nama Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto masuk laporan Pandora Papers mengenai perkara pajak. Partai Golkar menelusuri sumber yang mencantumkan nama Airlangga dalam laporan tersebut.

"Belum tahu, saya belum tahu. Tapi kita, kalau kita baca di media sosial katanya, sumbernya juga belum jelas. Tapi memang ada satu media cetak secara nasional sudah menyampaikan hal itu," kata Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Dalam laporan Pandora Papers, Airlangga Hartarto disebut memiliki Buckley Development Corporation dan Smart Property Holding Limited. Airlangga disebut mendirikan perusahaan itu untuk sarana investasi dan mengurus asuransi.

"Tapi kita coba telusuri dari mana itu ya, kita belum tahu. Tentunya tim dari Golkar akan terus memonitor masalah ini," ujar Lodewijk.

Masuknya nama Airlangga dalam Pandora Papers menurut Lodewijk menjadi isu tak mengenakan Golkar. Sedang Golkar, kata Lodewijk, sedang konsentrasi gelaran acara nasional.

"Ya kita akan mempelajari terus ya, ya itu sempat jadi rumor juga, enggak bagus buat kita. Sedang kita konsentrasi ke PON, (HUT) TNI, terus ada isu-isu seperti itu. Mudah-mudahan ada kejelasan ya," ucapnya.

Lodewijk mengatakan Partai Golkar tak mengetahui sumber dari laporan Pandora Papers. Tim Golkar, menurut Lodewijk, menelusuri sumber tersebut.

"Kita belum tahu sumbernya, sumbernya belum jelas dari mana. Kalau kita lihat dari media-media berbahasa Inggris tidak ada, tapi kok di dalam bahasa Indonesia ada gitu loh. Itu yang kita tunggu deh," sebutnya.

Dalam laporan Pandora Papers juga ada nama Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan. Soal adanya nama Luhut, Lodewijk pun menunggu kejelasan dari penelusuran.

"Ya kita tunggu saja deh. Tidak usah berkembang lagi," imbuhnya.

(rfs/aud)