Takut Satpol PP, Loper Padang Enggan Jual Playboy

Takut Satpol PP, Loper Padang Enggan Jual Playboy

- detikNews
Kamis, 13 Apr 2006 13:16 WIB
Padang - Meski banyak diburu, sejumlah pedagang koran di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengaku enggan menjual majalah Playboy. Alasannya macam-macam. Ada yang mengaku ikut bertanggung jawab menjauhkan kota itu darihal-hal yang berbau pornografi. Namun, ada juga yang mengaku tidak menjual Playboy karena takut diburu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)."Beberapa hari ini memang banyak sekali pembeli yang menanyakan majalah itu. Saya tidak tahu orang-orang mendapatkan Playboy darimana karena sepengetahuan saya tidak ada pedagang koran di Padang yang menjualnya," ujar Rahmad (19), pedagang koran asongan di simpang Telkom Padang, kepada detikcom, Kamis (13/4/2006).Rahmad mengaku, seandainya ada yang menawari, dia tidak akan bersedia menjual majalah berlambang kelinci bertuksedo tersebut. Pasalnya, selain takut dituduh menyebarkan pornografi, dia juga takut diburu Satpol PP yang beberapa waktu terakhir sedang giat-giatnya men-sweeping majalah dan VCD porno di Kota Padang."Mendingan cari makan dengan menjual koran dan majalah umum saja. Jual Playboy di Kota Padang tak ubahnya seperti berjualan ganja, pasti bakal diburu terus," ujarnya.Lain lagi dengan Zul (28), pedagang koran di Jalan Hamka. Ayah dari dua anak tersebut mengaku enggan menjual Playboy karena takut dosa telah ikut merusak mental generasi muda dengan hal-hal yang berbau pornografi. "Meski menjanjikan keuntungan yang besar, saya tidak akan mau menjual majalah Playboy. Selagi masih bisa menghindar saya akan menghindar. Tanpa menjual Play Boy pun kami masih bisa makan dari keuntungan menjual koran-koran lain," demikian Zul. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads