Tempat Fitness Boleh Beroperasi Lagi, Catat Aturan Lengkapnya

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 07:46 WIB
Jakarta -

Pemerintah kembali melakukan sejumlah penyesuaian dalam perpanjangan PPKM dua pekan ke depan. Salah satunya terkait dibolehkannya pusat kebugaran fitness atau gym beroperasi.

Aturan dibukanya gym ini terdapat dalam Inmendagri nomor 47 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4, level 3, level 2, dan level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Wilayah yang dapat melakukan ujicoba pembukaan yaitu wilayah yang berada pada level 3 dan 2. Gym diperbolehkan buka dengan syarat menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Fasilitas pusat kebugaran/gym, ruang pertemuan/ruang rapat/meeting room, dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar/ballroom diizinkan buka dengan memakai aplikasi Peduli Lindungi dan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen), serta penyediaan makanan dan minuman pada fasilitas ruang pertemuan/ruang rapat/meeting room, dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar/ballroom disajikan dalam box dan tidak ada hidangan prasmanan," tulis Inmendagri, seperti dilihat, Selasa (5/10/2021).

Syarat maksimal kapasitas pada wilayah level 2 sebanyak 50 persen. Sedangkan maksimal kapasitas di wilayah level 3 sebesar 25 persen.

Selain itu terdapat beberapa persyaratan lain yang harus dipatuhi selama masa uji coba pembukaan hingga 18 Oktober 2021. Uji coba protokol kesehatan untuk fasilitas pusat kebugaran/gym dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Fasilitas berlokasi di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan;
b) Jumlah orang 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas maksimal;
c) Harus mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Kesehatan; dan
d) Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

(dwia/idn)