Polda-Playboy Gelar Pertemuan, Edisi Kedua Harus Dibatalkan
Kamis, 13 Apr 2006 12:56 WIB
Jakarta -
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani pukul 15.00 WIB akan menggelar pertemuan dengan pimpinan majalah Playboy. Pertemuan merupakan inisiatif Polda agar penerbit mengurungkan penerbitan edisi keduanya."Tapi misalnya tidak pun, dengan melihat perkembangan situasi keamanan, ketertiban di kota Jakarta, saya melaporkan kepada Kapolri, memberitahu kepada gubernur, untuk sementara sambil menunggu tahap penyelidikan ya kita minta supaya penerbitan majalah Playboy tidak di kota Jakarta," ungkap Kapolda.Sebab di Jakarta paling banyak reaksi penolakan terhadap majalah itu. Jakarta harus bersih dari Playboy agar tidak mengundang reaksi yang lebih luas lagi.Kapolda mengungkapkan hal itu di sela Konferensi Interpol se-Asia di Hotel Hilton, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (13/4/2006)."Ya sambil menunggu hasil penyelidikan yang lain-lain juga yang meresahkan masyarakat, kita melakukan tindakan kepolisian," imbuh Kapolda.Untuk menghindari yang tidak diinginkan, Polda Metro Jaya telah melakukan peningkatan pengamanan terhadap kantor Playboy yang semula di Gedung AAF dan kini di pertokoan Fatmawati Mas. Selain kantor majalah tersebut, pengamanan juga diberlakukan untuk orang-orang yang bekerja di majalah tersebut."Yang kemarin itu (pengrusakan Gedung AAF oleh massa FPI) kan kita lakukan penyelidikan, nanti kita minta pada orang yang bertanggung jawab, itu ada orangnya," kata dia.Rencananya Polres Jakarta Selatan akan memanggil pihak yang minta izin berdemo dari FPI untuk dimintai keterangan.Mengenai hasil analisis terhadap majalah Playboy terkait unsur pidananya, dia mengatakan, untuk itu pihaknya harus minta keterangan saksi ahli. "Itu yang saya katakan tadi sambil menunggu penyelidikan," katanya.
(umi/)










































