Peringkat ESG Dunia Naik, Pertamina Jalankan Agenda Terintegrasi

Eqqi Syahputra - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 21:29 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pada September 2021, Pertamina menerima Environmental, Social & Governance (ESG) Risk Rating oleh Sustainalytics (perusahaan penelitian, pemeringkatan, dan data ESG independen) sebesar 28,1. Pertamina juga dinilai berada pada risiko Medium dalam mengalami dampak keuangan material dari faktor-faktor ESG. Risk Rating ini mengalami perbaikan signifikan dari sebelumnya mencapai 41,6 (Severe Risk) pada Februari 2021.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menuturkan dengan skor ini, Pertamina menempati posisi 15 dari 252 perusahaan di industri Oil & Gas dan posisi 8 di sub industri integrated Oil & Gas. Pertamina berada di cluster yang sama (Medium Risk) dengan perusahaan global seperti Repsol, ENI, PTT Thailand dan TotalEnergies. Posisi ini pun tercatat lebih baik dari BP, Exxon dan Chevron.

"Perbaikan rating ini menegaskan keseriusan Pertamina dalam menjalankan agenda ESG secara terintegrasi, terutama untuk berkontribusi dalam keberlanjutan lingkungan dan masyarakat di dunia yang kita tinggali," ujar Emma dalam keterangan tertulis, Senin (4/10/2021).

Emma menambahkan, ke depannya Pertamina akan terus menyelaraskan aspek ESG ke dalam strategi bisnis perusahaan, dengan terus berkaca pada standar internasional untuk mewujudkan visi perusahaan menjadi perusahaan energi berkelas dunia.

Lebih lanjut, dalam menjalankan ESG, Pertamina telah menetapkan 10 fokus keberlanjutan yang menjadi panduan pelaksanaan ESG ke depan serta akan membentuk Komite Keberlanjutan untuk memastikan aspek ESG terimplementasi dengan baik. Pertamina juga telah meluncurkan kebijakan-kebijakan terkait ESG seperti Sustainability Policy, Human Right Policy, Respective Workplace Policy, dan lain-lain.

Sebagai informasi, Pertamina juga telah mengurangi emisi karbon sebagai dampak dari produksi dan konsumsi energinya. Pada 2020, Pertamina telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 27 persen dibandingkan 2010. Pertamina akan mengejar target penurunan GRK menjadi 30 persen pada 2030.

Di bidang sosial, Pertamina juga terus memperkuat kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja (health and safety) dalam upaya mencapai zero accident di masa depan, serta melaksanakan inisiatif di bidang sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta membangun program pemberdayaan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat di seluruh wilayah operasi, dan melakukan rekrutmen dan pengembangan karyawan, termasuk membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung.

Terkait aspek tata kelola, Pertamina telah meluncurkan New Pertamina Clean Charter pada Juni 2020 lalu. Hal ini dilakukan Pertamina sebagai salah satu upaya penerapan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Suap yang berprinsip kuat pada good corporate governance (GCG) di seluruh organisasi.

"Implementasi ESG secara terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan reputasi Pertamina di mata dunia, termasuk meningkatkan kepercayaan investor untuk menunjang kebutuhan pendanaan investasi Pertamina," pungkas Emma.

Lihat juga video 'Pertamax Turbo Turun, Ini Harga BBM Pertamina Terbaru':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)