Round-Up

Makin Kisruh Demokrat Vs Kubu Moeldoko Gegara Kabar Nazaruddin

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 20:31 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengangkat Rinto Subekti jadi Ketua DPD Partai Demokrat Jateng. Hal itu ditetapkan usai Uji Kelayakan dan Kepatutan atau fit and proper test kepada calon tunggal hasil Musda DPD Jawa Tengah.
Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. (Dok. Partai Demokrat)
Jakarta -

Perseteruan antara Partai Demokrat dan kubu Moeldoko semakin kisruh. Pangkal masalahnya ialah kabar soal keluarnya Nazaruddin dari kubu Moeldoko.

Kabar ini mulanya disampaikan oleh Kepala Bamkostra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Dia menyebut kubu Moeldoko kini sudah tercerai berai usai Max Sopacua dan Nazaruddin tidak lagi bergabung bersama Moeldoko.

Hal itu disampaikan Herzaky dalam konferensi pers, Minggu (3/10/2021). Herzaky awalnya memberi kesempatan untuk Moeldoko memperbaiki sikap dan meminta maaf.

"Saat ini, semua kembali ke KSP Moeldoko. Beliau punya dua pilihan. Pertama, menghentikan semua ambisinya untuk mengambilalih Partai Demokrat. Mengakui kesalahannya. Meminta maaf kepada seluruh kader Partai Demokrat. Kami yakin, masih ada ruang perbaikan bagi siapa pun manusia di muka bumi ini yang telah berbuat khilaf atau salah," kata Herzaky.

Herzaky lantas menyebut tim Moeldoko yang sudah tercerai-berai. Dia menyebut Max Sopacua yang mundur hingga Nazaruddin keluar dari koalisi.

"Bukankah saat ini tim KSP Moeldoko pun sudah cerai-berai. Max Sopacua mundur teratur. Cornel Simbolon mundur. Nazaruddin pun sebagai salah satu investor keluar dari koalisi," ujarnya

Herzaky mengatakan, sejumlah orang di kubu Moeldoko mundur karena ulah kuasa hukum Moeldoko, Rusdiansyah, yang memalsukan tanda tangan. Bahkan mereka melaporkan Rusdiansyah ke Polda Metro.

"Mereka marah karena diduga ulah Rusdiansyah yang memalsukan tanda tangan Kader Partai Demokrat, untuk menggugat Ketum AHY. Kader tersebut sekarang sudah melaporkan Rusdiansyah ke polisi pada tanggal 18 April 2021. Kami meminta agar pihak Polda Metro Jaya memprosesnya segera," katanya.

"Posisi Nazaruddin digantikan oleh Muhamad Azhari, mantan kader yang sudah menjadi anggota partai lain," lanjut Herzaky.

Herzaky Mahendra Putra (Dok. Demokrat).Herzaky Mahendra Putra (Dok. Demokrat)

Herzaky juga menyinggung keuangan kubu Moeldoko yang disebutnya seret. Dia bahkan menyebut Moeldoko tidak lagi percaya kepada Marzuki Alie dkk.

"Keuangan tim pun sudah seret. Karena argometer jalan terus, tapi hasil tak kunjung tiba. Bahkan KSP Moeldoko sudah tidak mempercayai tim Marzuki Alie, dan menggunakan orang-orang terdekatnya di KSP, inisial ES," katanya.

Simak video 'Saat Kubu AHY Beri 2 Opsi ke Moeldoko Hingga Ungkap Minta Jabatan ke SBY':

[Gambas:Video 20detik]