Pejabat Boros, Presiden Mesti Ambil Tindakan Nyata
Kamis, 13 Apr 2006 12:16 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perlu mengambil kebijakan konkret terkait pernyataannya telah terjadi pemborosan oleh para pejabat. Hal ini penting agar masalah pemborosan tidak hanya menjadi wacana, akan tetapi ada tindak lanjut dan aksinya."Yang banyak terjadi pemborosan kan di pemerintah juga. Ke depan harus diambil policy agar penggunaan dana itu efektif, baik untuk dana yang berasal dari dalam negeri maupun bantuan asing," ujar Ketua DPR Agung Laksono.Hal ini disampaikan dia usai bertemu Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4/2006).Agung mengakui memang terjadi banyak pemborosan di dalam APBN. Tidak hanya untuk belanja barang, tetapi juga untuk realisasi belanja serta pembayaran utang luar negeri dan bunganya.Menurut dia, pembayaran utang luar negeri dan bunganya jauh lebih besar dari anggaran pembangunan dan infrastruktur.Seperti diberitakan, Presiden SBY saat peresmian proyek infrastruktur nasional dan peringatan Hari Air Sedunia di Pacitan menyatakan, banyak pejabat pemerintahan dan instansinya melakukan pemborosan, antara lain dalam hal penggunaan air bersih, energi listrik, bahan bakar minyak, dan telepon.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































