Mensesneg Buka Pertemuan Pemimpin Muda Kader Bangsa dari Aceh-Papua

Mega Putra Ratya - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 19:20 WIB
Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP)
Foto: KBFP
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menghadiri pembukaan pertemuan dan pelatihan kepemimpinan muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) angkatan kesembilan. Ia menyebut kondisi pandemi Covid-19 menjadi momen yang tepat bagi seluruh elemen bangsa untuk berinovasi dan bertransformasi demi meraih peluang di era disrupsi.

"Anak muda harus punya semangat, menjadi pemimpin untuk bertransformasi, bermigrasi dan mendapatkan kebaikan yang maksimal. Jangan sampai bangsa kita justru menjadi bangsa follower, bukan leader," ujar Pratikno dalam keterangannya, Senin (4/10/2021).

Guru Besar Universitas Gadjah Mada ini mengatakan kecepatan dalam memutuskan dan sikap responsif terhadap perubahan yang ada menjadi kunci untuk bertahan di era disrupsi.

"Kesiapsiagaan selalu penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah kecepatan untuk menanggapi permasalahan, kecepatan untuk menemukan solusinya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno memberikan apresiasi kepada peserta, alumni dan inisiator KBFP yang secara konsisten menyelenggarakan pelatihan untuk calon pemimpin muda di masa depan.

"Saya menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya menyelenggarakan program kepemimpinan kader bangsa semacam ini," ungkapnya.

Pratikno berharap diselenggarakannya KBFP secara rutin dapat mendorong generasi muda untuk berpikir kritis dan jauh kedepan.

"Saya sangat mengharapkan kader bangsa fellowship program ini bisa mengajak para peserta merancang dan memprediksikan situasi kedepan, untuk Indonesia yang lebih baik," tambahnya.

Menurut Pratikno, pandemi Covid-19 menambah kondisi disrupsi sebelumnya yakni revolusi industri 4.0 yang merubah kehidupan menjadi serba digital. Ia menyebut peran anak muda untuk terus berusaha bermigrasi dengan ilmu pengetahuan baru, metode baru dan arah kerja yang baru.

"Teruslah bermigrasi dan berinovasi dengan cara-cara baru untuk memberikan nilai tambah ke masyarakat, bangsa dan negara. Terus lah berjejaring untuk memperkuat sebuah upaya yang terntegrasi dari bangsa kita, membangun Indonesia incorporated," tutupnya.

Sementara itu Founder dan Course Leader KBFP, Dimas Oky Nugroho mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk ikut mempersiapkan anak-anak muda sebagai calon pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, serta loyalitas kebangsaan. Mereka diharapkan mampu membangun solusi bagi tantangan Indonesia pada saat ini dan kedepan.

"Pertemuan dan pelatihan kepemimpinan muda angkatan sembilan ini dilakukan khususnya menjawab tantangan pandemi dan situasi ekonomi yang terjadi di masyarakat. Hari ini semua negara bangsa, apalagi Indonesia, membutuhkan konsolidasi seluruh elemen negara, antara lain institusi pemerintah, aktor politik, bisnis, masyarakat sipil dan tentunya anak muda yang saat ini memiliki jumlah demografi yang sangat besar," ujar Dimas.

Adapun, Sekolah pemimpin muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan Kesembilan ini diikuti 100 pemimpin muda pilihan dari Aceh sampai Papua yang mengikuti pelatihan secara hybrid mulai dari tanggal 4-8 Oktober 2021.

Pertemuan pemimpin muda yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan aktivitas dengan rentang usia 25-35 tahun tersebut didukung oleh forum online Kaskus. Tema yang diusung di angkatan 9 ini adalah 'Menyongsong Era Transformasi dan New Normal, Menuju Generasi Baru Kepemimpinan Indonesia'.

Akan hadir dalam kegiatan ini sebagai narasumber, Gubernur Lembaga Petahanan Nasional Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, mantan Kepala BPIP Yudi Latif, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Staf Khusus Presiden Arif Budimanta, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Komisaris Telkomsel Wisnutama, CEO GDP Venture Martin Hartono, Direktur Prakerja yang juga ekonom Denni Purbasari, Sekretaris Eksekutif KPCPEN Raden Pardede, Direktur Eksekutif Lokataru Hariz Azhar, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo, Pimred Kompas.com Wisnu Nugroho, hingga Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.

(mpr/ega)