PPP Desak Pigai Minta Maaf soal Cuitan Dianggap Rasis ke Jokowi-Ganjar

Eva Safitri - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 14:19 WIB
Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi
Achmad Baidowi (Eva Safitri/detikcom).
Jakarta -

PPP mengkritik cuitan Natalius Pigai yang menyeret Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek mengatakan penilaian Natalius Pigai terhadap orang Jawa Tengah tidak tepat.

"Saya kira itu tidak tepat disampaikan oleh seorang yang pernah menjabat anggota Komnas HAM. Perbedaan itu rahmat dari Allah SWT Tuhan yang maha esa," kata Awiek, kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

"Penilaian itu dilakukan terhadap kinerja bukan asal daerah," lanjutnya.

Awiek lantas meminta Pigai meminta maaf karena cuitan itu dinilai melukai masyarakat Jawa Tengah. Dengan begitu, polemik dapat selesai.

"Sebaiknya memang minta maaf karena pernyataan tersebut telah melukai masyarakat Jateng agar persoalan ini selesai," ujarnya.

Sebelumnya cuitan Pigai yang menyeret Jokowi dan Ganjar itu menuai kontroversi. Cuitan itu diduga rasis dan sarat politis.

"Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan)." demikian cuitan Pigai lewat akun Twitter-nya @NataliusPigai2 seperti dilihat detikcom, Sabtu (2/10/2021).

Pigai Bantah Cuitannya Dinilai Rasis dan Politis

Natalius Pigai membantah dirinya rasis. Dia menyebut orang yang menuding rasis adalah pendukung Jokowi dan Ganjar yang sakit hati kepada dirinya.

"Itu tidak ada rasis itu. Itu hanya dua oknum yang namanya Jokowi dengan Ganjar, itu tidak ada rasis," kata Pigai saat dihubungi detikcom lewat telepon hari ini.

"Ke siapa rasisnya? Mereka berasa dari Jawa Tengah itu aksioma. Matahari terbit dari timur itu aksioma. Jokowi dengan Ganjar dari Jawa Tengah itu aksioma. Nggak ada rasis di situ," sambungnya.

Pigai menyebut dia sebagai penentang rasisme di Indonesia. Pigai lantas kembali menegaskan bahwa cuitannya tersebut tidak bermuatan pesan rasialisme.

"Kecuali ada misalnya Jawa Tengah, Jokowi, Ganjar. Ada tanda koma antara frasa Jawa Tengah dengan frasa Jokowi dan Ganjar, baru. Itu ada tiga variabel. Kalau langsung tidak ada tanda komanya di situ, itu aksioma. Memang Jokowi dari Jawa Tengah," ucap Pigai.

"Orang saja yang mau kait-kaitkan dengan rasisme. Memang karena mereka sudah pendukung fanatik dan mereka sangat benci sama saya karena 10 tahun saya konsisten kritik Jokowi," sambungnya.

(eva/gbr)