Novel Baswedan Merasa Sengaja Di-framing soal Bendera 'HTI' di KPK

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 13:52 WIB
Tentang Novel Baswedan, Penyidik Top KPK tapi Dibuang Gara-gara TWK
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Geger soal bendera yang disebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang sudah dilarang di Indonesia, merembet ke persoalan Novel Baswedan dkk yang baru-baru ini dipecat KPK buntut polemik tes wawasan kebangsaan (TWK). Novel Baswedan pun angkat bicara.

Bermula dari beredarnya surat terbuka seorang bernama Iwan Ismail yang mengaku dipecat KPK sekitar 2 tahun lalu. Iwan mengaku saat itu bekerja sebagai pegawai tidak tetap di KPK di bagian pengamanan atau singkatnya sebagai petugas satpam.

Iwan Ismail mulai bekerja pada 14 November 2018 dan mengikuti pelatihan pengelolaan rumah tahanan dan pengawalan tahanan. Saat itu dia mengaku melihat bendera putih dengan tulisan hitam yang disebutnya sebagai bendera HTI di meja kerja pegawai KPK di lantai 10 Gedung Merah Putih.

Waktu berlalu hingga 20 September 2019 ketika KPK digoyang isu 'Taliban', Iwan Ismail mengaku mendapati bendera yang sama dan memotretnya. Iwan Ismail mengaku akan melaporkan temuannya itu, tetapi terlebih dahulu menyebarkannya ke grup WhatsApp Banser Kabupaten Bandung. Iwan Ismail sendiri mengaku sebagai anggota Banser.

Selepasnya foto yang diambil dan disebarkan Iwan Ismail menjadi viral. Buntutnya Iwan Ismail diadili secara etik oleh Pengawas Internal (PI) KPK karena saat itu Dewan Pengawas (Dewas) KPK belum dibentuk. Iwan Ismail dinyatakan melanggar kode etik berat dan dipecat.

Denny Siregar Vs Febri Diansyah

Denny Siregar melalui akun Twitternya lantas melemparkan serangan. Denny Siregar menyebut Iwan Ismail dipecat Novel Baswedan.

"Iwan Ismail satpam lama KPK dipecat Novel Baswedan, karena memotret meja kerja yang ada bendera HTI. Novel Baswedan dipecat KPK karena tidak lolos TWK. Orang bilang hidup itu tidak adil. Tapi ada saat keadilan itu datang dalam bentuk pembalasan yang lebih menyakitkan," tulis Denny Siregar.

Cuitan Denny Siregar itu dibalas mantan juru bicara KPK Febri Diansyah. Febri Diansyah menyebutkan Novel Baswedan bukanlah pihak yang berwenang untuk memecat seseorang di KPK.

"Di twit ini anda @Dennysiregar7 tulis Satpam dipecat Novel, padahal Novel penyidik KPK yang tidak ada hubungan dan tidak punya kewenangan berhentikan pegawai. Padahal Novel berada di lantai lain dan bendera yang difoto di meja jaksa di lantai berbeda. Kebohongan apa yang Anda sebar? Untuk apa?" kata Febri.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Bendera HTI di KPK Not Hoaks':

[Gambas:Video 20detik]