Round-Up

Tanda Tanya yang Tersisa dari Pengunduran Diri 2 Elite Partai Ummat

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 21:34 WIB
Agung Mozin dan Neno Warisman
Agung Mozin-Neno Warisman Foto: (repro detikcom)
Jakarta -

Mundurnya dua elite Partai Ummat yaitu Agung Mozin dan Neno Warisman menyisakan tanda tanya. Kedua orang tersebut meninggalkan partai bentukan Amien Rais dalam selang waktu yang tak terlalu lama.

Agung Mozin

Agung Mozin mengumumkan dirinya keluar dari Partai Ummat berdasarkan surat yang dikirim kepada Ketua Majelis Syuro Partai Ummat. Surat tersebut dibagikan kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).

"Atas nama pribadi yang diamanahkan sebagai Wakil Ketua Umum Partai Ummat saya sampaikan terima kasih dan penghargaan tak terhingga kepada segenap pihak khususnya para sahabat pengurus, anggota, dan simpatisan Partai Ummat yang telah bekerja keras hingga terbitnya Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat tersebut, teriring do'a Allah SWT memberkahi ikhtiar dan ibadah kita, aamiin," bunyi surat Agung Mozin kepada Amien.

Surat itu juga ditembuskan kepada Ketum Partai Ummat yang juga menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi. Dalam suratnya kepada Amien Rais, Agung Mozin berhenti dari Partai Ummat sebagai bentuk tanggung jawab etis dan moral.

"Selanjutnya memperhatikan dengan seksama dinamika internal partai, sekat-sekat informasi dan komunikasi elitis yang tidak mengedepankan akhlakul karimah, seraya mempertimbangkan beragam informasi dan aspirasi para sahabat Partai Ummat di berbagai daerah termasuk sahabat-sahabat aktivis demokrasi yang istiqomah konsisten-konsekuen melawan feodalisme dan dinasti politik, dengan ini saya Agung Mozin menyatakan berhenti sebagai Pengurus dan Anggota Partai Ummat sebagai bentuk pertanggungjawaban etika dan moral," ujarnya.

Sebagai salah satu pendiri Partai Ummat bersama para sahabatnya, Agung Mozin bersyukur atas terbitnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.KH Kep13.AH.11.01 Tahun 2021 tertanggal 20 Agustus 2021 tentang Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat.

"Momentum terbitnya Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat kiranya bisa menjadi kontemplasi kerja-kerja politik ke depan. Hanya kepada Allah kita bertawakal, semoga upaya saya dan para sahabat lainnya yang telah mengantarkan berdirinya Partai Ummat bisa dimaknai sebagai amanah ummat yang harus dipertanggungjawabkan di hadirat Allah SWT. Hasbunallah wani'mal wakiil, ni'mal maula wani'mannasiir. Allahu'alam," imbuhnya.

Simak juga Video: Bertemu La Nyalla, Partai Ummat Singgung 3 Periode

[Gambas:Video 20detik]