Pelajar Seberangi Sungai Deras ke Sekolah, Bupati Polman Janji Beri Solusi

Abdy Febriadi - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 22:26 WIB
Jakarta -

Bupati Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar mengaku akan memberikan perhatian, untuk meringankan kesulitan ratusan pelajar di daerahnya yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai arus deras agar sampai ke sekolah. Bupati akan segera turun melihat kondisi lapangan.

"Insyaallah kalau tidak ada halangan hari Selasa saya akan turun ke lokasi," kata Andi Ibrahim, saat dikonfirmasi wartawan usai menyerahkan bantuan kepada petani di Kecamatan Limboro, Sabtu siang (02/10/2021).

Andi Ibrahim mengungkap beberapa rencana penanganan. Sehingga memudahkan para pelajar tersebut menyeberangi sungai menuju sekolah.

"Kalau paling tidak, paling cepat, kalau memang dia besar, panjang, kalau tidak bisa jembatan limpas, kita bikinkan rakit, kalau tidak bisa rakit, jembatan gantung dulu. Insyaallah, paling tidak tahun 2022," tutur Andi Ibrahim.

Menurut Andi Ibrahim, pelajar merupakan generasi muda penerus bangsa yang harus selalu mendapat perhatian. Dia mengatakan akan berusaha mencarikan solusi secepatnya.

"Saya akan usahakan, karena kita ini tidak ada apa-apanya, kalau generasi muda kita yang hancur, maka hancurlah semua ini. Jadi kita harus memperjuangkan bagaimana generasi muda kita lebih hebat dari kita yang ada sekarang," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan pelajar dari desa Saragiang dan Desa Kalumammang, Kecamatan Alu, Polman harus bertaruh agar sampai di sekolah. Sebab, mereka harus menyeberangi sungai berarus deras, menggunakan rakit bambu yang sudah lapuk.

Para pelajar di daerah ini memilih bertaruh nyawa. Apalagi akses jalan lain dari tempat tinggalnya menuju sekolah terlalu jauh, serta harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Sangat sering para pelajar di daerah ini terlambat hingga tidak dapat ke sekolah, lantaran gagal menyeberangi sungai yang meluap, apalagi saat musim penghujan tiba.

Salah satu pelajar SMAN 1 Alu dari Desa Saragiang, Alfi Syahri mengungkapkan harapan kepada pemerintah. Dia berharap segera dibangun jembatan sehingga mereka bisa menyeberangi sungai dengan rasa aman dan nyaman.

"Selaku pelajar, kami berharap, semoga pemerintah bisa segera membangun, semacam jembatan yang lebih layak, bisa digunakan, supaya gampang, karena kalau air sungai meluap, rakit bisa hanyut," ungkap Alfi kepada wartawan Kamis lalu (30/09).

(lir/lir)