Round-Up

6 Hal Tentang Paracetamol Cemari Air di Teluk Angke hingga Ancol

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 07:40 WIB
Titik kadar parasetamol di Teluk Jakarta (High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia  - Sciencedirect)
Foto: Titik kadar parasetamol di Teluk Jakarta (High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia - Sciencedirect)
Jakarta -

Sebuah studi mengungkapkan air laut di sejumlah titik di Teluk Jakarta, yakni di Angke dan Ancol, terkontaminasi obat-obatan, salah satunya paracetamol. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan akan menindaklanjuti temuan dari studi tersebut.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Direct, Agustus 2021 ini berjudul, 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia'.

"Kita akan perdalam hasil riset tersebut dan mencari sumbernya untuk menghentikan jika benar ada pencemaran parameter tersebut," kata pejabat Humas DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan saat dihubungi, Jumat (1/9/2021).

Kandungan obat-obatan di air laut memang termasuk dalam parameter khusus yang jarang diteliti. Kendati demikian, temuan ini dapat dikategorikan sebagai pencemaran air laut. Oleh sebab itu, DLH DKI membutuhkan pendalaman untuk menguji kualitas air laut di Teluk Jakarta.

"Iya (pencemaran), karena bukan pada tempatnya. Paracetamol kok ada di laut. Apa pun yang tidak pada tempatnya, apa pun yang melebihi kadarnya di suatu tempat, tergolong pencemaran," sebut Yogi.

Selama ini DLH disebut rutin melakukan pemantauan air laut selama dua kali dalam setahun. Namun paracetamol tidak menjadi komponen yang diuji.

"Kalau paracetamol bukan parameter yang standar ya. Cuma memang si perisetnya meneliti yang lebih spesifik. Mungkin, karena punya pengalaman tertentu, makanya kepikiran ke arah sana. Nanti kita cek juga sih, nanti bisa jadi parameter yang kita ukur juga," papar Yogi.

Berikut 6 hal tentang paracetamol mencemari air di Teluk Angke

Ada 4 Lokasi yang Diteliti oleh 4 Peneliti

Penelitian menganalisis sampel air yang dikumpulkan di empat lokasi di Teluk Jakarta. Empat lokasi dimaksud, yakni Angke, Ancol, Tanjung Priok dan Cilincing.

Para peneliti berasal dari School of Pharmacy and Biomolecular Sciences, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom Centre for Aquatic Environments, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom, dan Research Center for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences (LIPI/BRIN). Mereka adalah Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan.

Baca 5 hal lainnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Mengulik Dampak Cemaran Paracetamol di Teluk Jakarta

[Gambas:Video 20detik]