Jatah Armada Taksi Blue Bird di Bandung Dikurangi

Jatah Armada Taksi Blue Bird di Bandung Dikurangi

- detikNews
Kamis, 13 Apr 2006 01:30 WIB
Bandung - Perseteruan kehadiran armada taksi Blue Bird di Bandung, dengan pengemudi armada taksi lainnya, berakhir sudah. Pihak armada Blue Bird akhirnya memutuskan untuk mengurangi jumlah armadanya. Saat ini pihak Blue Bird hanya diperbolehkan mengoperasionalkan 100 unit armada taksinya. Selain itu pihak Blue Bird juga mesti menerapkan tarif maksimum yang ditetapkan oleh Organda Jawa Barat. Kesepakatan ini berlangsung melalui rapat antara pihak Blue Bird dengan pengemudi armada taksi yang tergabung ke dalam Gerakan Solidaritas Pengemudi Indonesia (GSPI) Bandung. Rapat pembahasan ini juga dihadiri oleh seluruh muspida kota Bandung. "Pihak Blue Bird sudah menyetujui. Kita juga akan menertibkan taksi-taksi liar. Termasuk taksi yang tidak memiliki persyaratan sebagai taksi," ungkap Walikota Bandung Dada Rosada di Gedung Walikota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Rabu ( 12/4/2006) malam. Hasil kesepakatan ini berlangsung cukup alot. Rapat pembahasan ini sendiri dimulai sejak pukul 13.30 dan berakhir pada pukul 23.00 WIB. Pihak GSPI tetap berkeinginan agar ijin operasional armada taksi Blue Bird di Bandung dicabut. Pasalnya, kehadiran Blue Bird di Bandung dianggap merugikan pendapatan para pengemudi taksi lainnya. Selain itu, kehadiran si burung biru ini juga dinilainya telah menambah beban kuota pertaksian di Bandung. Blue Bird juga dianggap merebut konsumen berbagai armada di Bandung yang biasa berlangganan di hotel dan mal. Anehnya, hasil kesepakatan ini bertolak belakang dari SK Walikota Bandung, perihal ijin operasional untuk Blue Bird. Dalam SK Walikota tersebut dipaparkan, Blue Bird telah mengantongi ijin operasional sebanyak 200 unit taksi. Namun, hingga Blue Bird baru mengoperasionalkan 180 unit saja. Walikota Bandung, Dada Rosada mengaku, hasil kesepakatan ini akan sangat berat bagi Blue Bird. Namun, dirinya meminta agar hasil kesepakatan tersebut dapat diterima oleh pihak Blue Bird. Termasuk oleh pihak GSPI yang berseteru dengan pihak Blue Bird. "GSPI merasa tersaingi. Tapi kesepakatan ini juga tergantung antara mereka lagi," ungkapnya. Dari pengamatan detikcom di lapangan, aksi dari GSPI berlangsung cukup tegang. Tak jarang aksi ini diwarnai oleh aksi pembakaran ban. Bahkan, 200 anggota GSPI menginap di pelataran Gedung DPRD Kota Bandung sejak kemarin malam. Mereka juga memakirkan ratusan taksi di depan Gedung DPRD Kota Bandung hingga ke ruas jalan. Kepolisian dari Bandung Tengah pun terpaksa menutup jalan dan menjaga ketat aksi dari GSPI tersebut. Setelah mendengar hasil kesepakan tersebut, massa membubarkan diri sekitar pukul 23.00 WIB. Tak sedikit para pengemudi ini tampak kecewa dan berteriak "Huuu!" pada ketua umumnya, saat menyampainya hasil kesepakatan tersebut di depan ratusan anggota GSPI. (fay/)


Berita Terkait