Pegiat UMKM Sambut Antusias Harapan Ibu Negara Iriana

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 19:37 WIB
Penggiat UMKM nasional, Witjaksono
Pegiat UMKM Witjaksono (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) memiliki harapan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar segera bertransformasi untuk menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia. Pegiat UMKM Witjaksono menyambut dengan antusias harapan itu.

Witjaksono, yang merupakan entrepreneur UMKM Nahdlatul Ulama (NU), menilai UMKM memang ditakdirkan sebagai kekuatan baru ekonomi Indonesia mengingat UMKM selalu hadir terdepan, menopang ekonomi negara sejak zaman dulu hingga masa kini, khususnya di saat situasi dan kondisi sulit dan tidak menentu, seperti Pandemi COVID-19.

"Pertama, saya doakan panjang umur, sehat selalu kepada Ibu Iriana Joko Wododo di usia ke-58 Tahun. Kedua, di masa krisis seperti ini, memang hanya UMKM yang mampu menjadi motor untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga mampu bertahan dan mulai tumbuh di masa pandemi," kata Witjaksono kepada wartawan, Jumat, (1/10/2021).

Iriana, yang lahir pada 1 Oktober 1963, berulang tahun ke-58 pada hari ini.

Kembali ke Witjaksono. Pria yang namanya pernah ramai disebutkan oleh Ustaz Yusuf Mansur dalam bursa kursi menteri ini mengatakan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap PDB Indonesia sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun dan mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.

Witjaksono juga menilai wajar jika pemerintah sangat getol memberikan bantuan kepada UMKM dan mengarahkan soko guru ekonomi kerakyatan ini agar masuk sistem digital pada 2023 melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap pemerintah sekaligus mengakselerasi keinginan Ibu Negara, Witjaksono membuat program bantuan produktif (BanPro) 'jemput bola' gratis jasa dan biaya pengurusan legalitas bagi 1000 UMKM di mana legalitas sangat diperlukan agar terdaftar dalam sistem digital BBI.

"Kan tidak semua pelaku UMKM melek teknologi di era digital. Sejak BanPro dibuka, baru seratusan pelaku UMKM yang masuk dengan alasan gaptek. Kita rubah polanya jadi jemput bola," papar Witjaksono.

Meski akan menambah biaya dengan mengubah pola BanPro yang digagasnya, Witjaksono mengaku program gratis pengurusan surat-surat legalitas bagi koleganya, sesama pelaku UMKM akan terus berjalan hingga memenuhi target 1.000 pelaku UMKM.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) ini mengajak para pelaku UMKM yang mapan dan memiliki rasa solidaritas serta empati untuk membantu pelaku UMKM dengan kegiatan serupa dengannya, agar seluruh UMKM Tanah Air terdaftar dalam sistem digital 2023 melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang di inisiasi oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya sangat yakin Pak Presiden akan mengedepankan kepentingan rakyat kecil dan sekuat tenaga memakmurkan dan mensejahterakan rakyat kecil yang notabene mayoritas dari mereka adalah nahdliyin. Akselerasi yang konkret dan tepat sasaran memang harus di ciptakan yang tentunya ditopang dengan kebijakan yang simultan," kata dia.

Harapan Iriana

Apa yang disampaikan Witjaksono ini menanggapi harapan yang disampaikan Iriana pada pekan lalu.

"Sudah saatnya UMKM bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru, dengan meningkatkan kapasitas UMKM, menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti digitalisasi, bisnis coaching, kemampuan membangun relasi bisnis, dan showcasing produk-produk UMKM," kata Iriana saat membuka secara daring Puncak Karya Kreatif Indonesia 2021 di Jakarta (23/9).

(fjp/van)