Bank Dunia Jajaki Bantuan Lewat Pesantren
Rabu, 12 Apr 2006 20:12 WIB
Jakarta - Mekanisme pemberian bantuan Bank Dunia selama ini melalui pemerintah. Untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, Bank Dunia jajaki kemungkinan pelibatan pesantren.Hal ini mengemuka dalam dialog tertutup Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz dan The Wahid Institute. Dialog mengambil tema "Finding Ways to Eradicate Poverty: The Role of Religious Leaders in Seeding a Plural, Prosperous, and Peaceful Islam."Bagaimana cara ke depan dalam melibatkan aktor-aktor non formal yaitu LSM maupun pesantren ataupun sekolah agama yang dilibatkan secara aktif," ujar Direktur The Wahid Institute, Yenny Zannubah Wahid, di kantornya, Jl. Taman Amir Hamzah no. 8, Jakarta, Rabu (12/4/2006).Yenny menjelaskan forum ini untuk mendialogkan hubungan global Islam dan pemberantasan kemiskinan. Dia juga memberi masukan kepada Bank Dunia tentang masalah mendasar pada masyarakat islam Indonesia, dan prioritas program untuk Indonesia.Dialog ini juga menyepakati korupsi adalah salah satu hal yang mengakar di Indonesia. Korupsi bukan cuma maslah pembangunan, tapi juga masalah moral."Kita juga sepakat harus ada kerjasama yang lebih kongkrit ke depan. Harus ada dialog yang lebih dekat lagi antara World Bank dan komunitas Islam untuk memberantas korupsi," ujar alumni Harvard University ini.Sebanyak 24 tokoh agama hadir dalam pertemuan ini. Diantaranya hadir Direktur Eksekutif The Wahid Institute Ahmad Suhaedy, Abdul Aziz Ahmad dari PBNU, dan Imam Ad-Daruqutni dari PP Muhammadiyah.
(fay/)











































