Prostitusi ABG di Apartemen Jaktim, Polisi Didesak Bongkar Jaringan TPPO

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 16:49 WIB
Kuasa hukum Muradi membantah kliennya memiliki anak dari model Era Setyowati atau dikenal dengan nama Sierra.
Kantor KPAI (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merasa prihatin akan kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di apartemen di Jakarta Timur. KPAI meminta aparat kepolisian dapat membongkar jaringan prostitusi tersebut.

"Ini harus PR-nya polisi diungkap. Mohon sekali bagian terpenting kita sindikat ini harus secara tuntas," ujar Komisioner KPAI Ai Maryati kepada detikcom, Jumat (1/10/2021).

Ai meyakini bahwa dalang dalam kasus tersebut merupakan orang dewasa. Bahkan, dia menyebut keuntungan dari praktik keji itu diambil oleh orang dewasa dan bukan anak-anak.

"Sebagai otak atau dalang dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO) itu orang dewasa yang mengendalikan. Karena yang dapat keuntungan itu justru orang-orang dewasa yang dalam hal ini harus diungkap lebih jauh oleh pihak kepolisian," ucap Ai.

Ai mengatakan tindakan semacam itu kerap menimpa anak-anak belakangan ini. Pasalnya, kalangan anak-anaklah yang sering diminta untuk mendorong dan merekrut dalam kegiatan prostitusi anak di bawah umur.

"Karena dalam laporan kasus KPAI trennya di tahun ini seperti itu juga kondisinya. Memang kelihatannya ini praktik-praktik anak didorong, dikondisikan bahasa kriminalisasi kepada anak untuk merekrut teman sebaya itu sangat sering," terangnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya