Status Gunung Merapi 'Siaga'
Rabu, 12 Apr 2006 18:19 WIB
Yogyakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang ada di perbatasan Provinsi DIY dan Jawa Tengah meningkat. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) menaikkan status Merapi menjadi 'Siaga.'"Status mulai hari ini, Rabu (12/4/2006) mulai pukul 15.00 WIB, kita naikkan dari 'Waspada' menjadi 'Siaga'," kata Kepala BPPTK, Dr A. Ratdomo Purbo kepada wartawan di kantornya, Jl Cendana, Yogyakarta, Rabu 912/4/2006).Menurut dia, status Gunung Merapi ditingkatkan, karena aktivitas vulkanik semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hal itu ditandai dengan semakin meningkatnya gempa vulkanik B (dangkal), gempa multifase dan guguran. Menurut dia, gempa-gempa vulkanik yang terjadi sekarang ini menunjukkan bahwa gerakan magma sudah berada pada permukaan. Adanya gempa vulkanik B (dangkal) dapat pula menunjukkan adanya pergerakan magma dari dalam ke arah permukaan puncak. Gempa vulkanik terus meningkat setiap harinya berdasarkan pemantauan di pos-pos. Gempa multifase semakin hari juga terus meningkat jumlahnya. Sejak aktivitas meningkat mulai 15 Maret lalu, telah terjadi deformasi kubah lava. Hal itu terlihat ketika diukur petugas dari Pos Babadan dengan menggunakan alat Electrooptical Distance Measurement (EDM) Wils. Hasil pengukuran itu menunjukkan jaraknya semakin dekat.Selain itu, berdasarkan data 7 April, telah terjadi 12 kali gempa vulkanik B. Namun hari sebelumnya, hanya terjadi satu kali gempa saja. Pada hari Selasa kemarin tercatat gempa vulkanik B (dangkal) sebanyak 5 kali, gempa multifase sebanyak 70 kali dan guguran 7 kali."Gempa-gempa vulkanik yang terjadi sekarang ini menunjukkan gerakan magma sudah berada pada permukaan. Tinggal sesaat saja menuju penampakan visual. Kita juga menunggu arahnya nanti akan ke mana," tegas Purbo.Dia menambahkan setelah Merapi dinaikkan statusnya, pihaknya sudah memberitahukan kepada Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang dan Boyolali. Khusus untuk ketiga kabupaten ini, terus dilakukan dilakukan koordinasi, mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah yang bakal terkena letusan Merapi. "Hari ini semua sudah kita beritahukan instansi terkait bila statusnya dinaikkan dan kita akan memantau terus perkembangannya," kata dia. Keterangan Foto:Kubah lava yang ada di puncak Merapi terus mengeluarkan asap putih (sulfatara) yang menunjukkan bila aktivitas meningkat. Foto diambil dari Dusun Tunggularum Desa Girikerto Kecamatan Turi Sleman, Sabtu (8/4/2006).
(asy/)











































