ADVERTISEMENT

Pesan Firli untuk Pegawai KPK di Hari Kesaktian Pancasila

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 14:06 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi G Sadikin (kanan) dan Plt Jubir KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati memberi pernyataan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Ketua KPK Firli Bahuri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri memberikan pesan kepada aparatur sipil negara (ASN) KPK pada Hari Kesaktian Pancasila. Apa pesannya?

"Kesaktian Pancasila bukan sekadar catatan sejarah, tidak hanya perlu diingat, hanya dikenang atau menjadi bahan perenungan semata. Nilai-nilai dari Kesaktian Pancasila sepatutnya kita jiwai dan dijadikan roh serta energi untuk membentuk karakter bangsa ini, agar terbebas dari rongrongan golongan dan paham-paham yang anti terhadap prinsip-prinsip falsafah Pancasila," kata Firli melalui keterangan pers, Jumat (1/10/2021).

Firli mengatakan, sebagai abdi negara, seluruh pegawai KPK diminta mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dia juga meminta seluruh ASN KPK menjalankan tugas sesuai dengan Pancasila.

"Sebagai abdi negara, segenap insan KPK telah menjadikan Kesaktian Pancasila sebagai energi terbarukan yang tidak akan pernah habis, sebagai motor untuk mengakselerasi percepatan penanganan laten korupsi di Indonesia," katanya.

"Dan sebagai bagian dari penyelenggara negara, pelaksana undang-undang, seluruh ASN yang bertugas di KPK, wajib menjiwai Pancasila saat menjalankan tugas dan kewajiban, di mana kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, selalu kami kedepankan dan utamakan," lanjutnya.

Dia juga mengatakan KPK hingga saat ini masih memegang prinsip Pancasila dan independen. Dia juga meminta semua pihak memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan semangat antikorupsi agar Indonesia bebas dari korupsi.

"Kami ingatkan, KPK berpedoman teguh terhadap nilai-nilai Pancasila agar tetap istiqomah-independen agar terbebas dari rongrongan dan pengaruh paham-paham tertentu serta kekuasaan apa pun dalam melaksanakan tugas yang diberikan negara dan rakyat Indonesia sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di NKRI," pungkasnya.

(zap/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT