Polusi Farmasi! Dari Mana Paracetamol di Laut Jakarta?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 13:27 WIB
Pemandangan laut di Teluk Jakarta dipantau dari dermaga di Angke. Kabarnya, ini mengandung parasetamol. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Pemandangan laut di Teluk Jakarta dipantau dari dermaga di Angke. Kabarnya, ini mengandung paracetamol. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Sebuah studi mengungkap sejumlah titik laut di wilayah Teluk Jakarta terkontaminasi obat-obatan, salah satunya paracetamol. Temuan paracetamol ini menambah daftar entri zat yang mencemari laut Jakarta. Lalu polusi farmasi dari manakah paracetamol ini?

Penelitian dimuat dalam jurnal Science Direct, Agustus 2021 dengan judul 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia'. Penelitian ini menganalisis sampel yang dikumpulkan di empat lokasi Teluk Jakarta, dan satu lainnya di pantai utara Jawa Tengah.

Adapun para peneliti berasal dari School of Pharmacy and Biomolecular Sciences, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom Centre for Aquatic Environments, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom dan Research Center for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences (LIPI/BRIN).

Mereka adalah Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan. Mereka menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta.

"Di sini kami mendeteksi paracetamol di dua lokasi di Teluk Jakarta: Angke dan Ancol. Sepengetahuan kami, tingkat parasetamol dilaporkan di sini (610 ng/L terdeteksi di Angke) adalah salah satu konsentrasi tertinggi," ungkap para peneliti dalam studi ini seperti dikutip detikcom, Jumat (1/10/2021).

"Di Ancol, kami mendeteksi konsentrasi paracetamol 420 ng/L. Konsentrasi yang dilaporkan pada kedua situs ini tinggi dibandingkan dengan data lain yang dilaporkan," lanjutnya.

Mereka membuat kesimpulan bahwa paracetamol ini merupakan polusi farmasi. Polusi farmasi ini bisa mengancam keamanan pangan dan perikanan di wilayah itu.

"Kesimpulan lain yang mengkhawatirkan dari polusi farmasi adalah masalahnya keamanan pangan dan perikanan yang berbasis di daerah tercemar tersebut. Angke dan Ancol adalah tempat perikanan yang populer dan lokasi pasar utama untuk produk laut di Jakarta," ungkapnya.

Ini adalah studi pertama yang menganalisis gambaran kualitas air laut berkaitan dengan kontaminasi paracetamol di perairan pesisir sekitar Indonesia. Meski begitu, para ilmuwan menyebut studi gambaran awal ini masih membutuhkan analisis lebih lanjut.

"Mengingat pertimbangan obat-obatan sebagai kontaminan yang muncul, data ini menunjukkan penyelidikan lebih lanjut diperlukan," sambung mereka.

Setidaknya data ini menjadi gambaran awal terhadap kualitas air laut di daerah-daerah Indonesia.

"Data yang disajikan dalam studi pendahuluan ini memberikan gambaran kualitas air laut di daerah-daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter nutrisi melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia, dan beberapa logam juga ada," tulisnya.

Lihat juga video 'Terungkap! Polusi Udara Sumbang 15% Kematian Akibat COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]