Bisa Sulam Lidah Pengantin, Tradisi Wajib Dimiliki Perempuan Lampung

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 13:12 WIB
Pengrajin sekaligus pemilik usaha Sulam Lidah Pengantin, Ilis Indahsari mengatakan kerajinan Sulam Lidah Pengantin merupakan tradisi wajib di Lampung. Sebab, kerajinan ini bakal digunakan di hari pernikahan sebagai dekorasi pelaminan atau tempat duduk pengantin.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ada tradisi unik yang harus dimiliki oleh para perempuan di Lampung, salah satunya yang telah turun temurun dilakukan warga Komering Agung, Lampung Tengah. Adapun tradisi ini mengharuskan para perempuan untuk bisa menyulam, kenapa ya?

Salah seorang pengrajin sekaligus pemilik usaha Sulam Lidah Pengantin, Ilis Indahsari bercerita kepada detikcom bahwa keterampilan sulam yang dimilikinya sejak gadis mengantarkan ia pada usaha kerajinan ini. Hingga kini memiliki anak dan cucu, ia pun memanfaatkan keterampilan sulam miliknya untuk membuka usaha.

Menurutnya, sejak masih gadis para perempuan di Lampung sudah belajar untuk menyulam baik dengan mengamati proses yang ada di lingkungan sekitar atau diajarkan langsung oleh orang tua.

"Dari orang tua sudah disuruh. Biasanya dibeliin bahan 1 meter lalu diajarkan caranya, gimana ngikutin polanya sampai bisa," ujar Ilis kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Bukan tanpa alasan, keterampilan ini wajib dimiliki oleh para perempuan untuk menyiapkan diri ketika akan menikah nantinya. Sebab, kerajinan Sulam Lidah Pengantin merupakan ciri khas dalam dekorasi setiap pernikahan adat Lampung yang tak boleh ketinggalan.

"Jadi disiapin kalau nanti nikah udah punya sendiri, nggak perlu beli. Ini tradisinya," terang Ilis.

Ilis menyebutkan pembuatan kerajinan ini memang membutuhkan kecermatan dan ketelatenan sebab tingkat kerumitannya cukup tinggi. Untuk membuat satu set dekorasi pernikahan, ia beserta para pekerja di rumahnya yang terdiri dari ibu-ibu sekitar membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan.

Pengrajin sekaligus pemilik usaha Sulam Lidah Pengantin, Ilis Indahsari mengatakan kerajinan Sulam Lidah Pengantin merupakan tradisi wajib di Lampung. Sebab, kerajinan ini bakal digunakan di hari pernikahan sebagai dekorasi pelaminan atau tempat duduk pengantin.Foto: Agung Pambudhy

Satu set dekorasi Sulam Lidah Pengantin ini umumnya terdiri dari kain Pengapik (hiasan untuk pintu kamar pengantin), kain Tirai Nurun (untuk dudukan pengantin ketika bersanding), Lidah-lidah (hiasan di atas dudukan pengantin yang berbentuk seperti lidah menjulur), hiasan dinding, serta bantal-kursi di pelaminan.

Ilis sendiri mengaku membanderol harga satu set dekorasi Sulam Lidah Pengantin ini mulai harga Rp1 hingga Rp5 juta, tergantung pada tingkat kerumitan dari kerajinan yang dibuat.

Meski telah memiliki keterampilan sejak muda, Ilis mengaku baru memulai usaha kerajinan ini sejak 2 tahun terakhir. Sebelumnya, ia mencari penghasilan lewat berjualan sembako namun karena usahanya kurang memadai ia pun alih profesi dengan memanfaatkan keterampilan yang juga menjadi tradisi lokal, sembari mengajak ibu-ibu sekitar untuk bersama menggiatkan tradisi sulam di lingkungannya.

"Sebenarnya ini tradisi di rumah-rumah, anak-anak kalau lihat (menyulam) harus ikut belajar. Jadi, orang tuanya misal lagi ada kerjaan lain, anaknya bisa ngikutin (sulam) sendiri. Anak-anak SD sekarang sudah ngikutin, kita ajarin. Kalau ibunya nanti repot, anak gadisnya bisa ikut bantu buat ini," jelasnya.

Adapun modal usaha dari Sulam Lidah Pengantin ini ia peroleh lewat pinjaman dari Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan adanya program Mekaar. Ilis mengaku telah menjadi nasabah PNM sejak 4 tahun terakhir dan merasa terbantu dalam hal permodalan untuk usaha yang lebih menguntungkan.

Seiring berjalannya usaha yang dimiliki, Ilis pun mengungkap tengah dalam proses menyiapkan diri untuk menabung di rekening. Terlebih dengan adanya Co-Location Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) BRI Unit Gotong Royong di Gunung Sugih, Lampung Tengah yang membuat layanan perbankan serta permodalan jadi semakin dekat dari tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.

Lihat juga video 'Ada Mi Bakar Khas Lampung dengan Topping Kekinian':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)