Kepala BNPT Sebut Kualitas 4 DPO Teroris Poso di Bawah Ali Kalora

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 13:06 WIB
Jakarta -

Ali Kalora dan Jaka Ramadan tewas ditembak Satgas Madago Raya pada Sabtu (18/9/2021). Kini tersisa empat anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masih diburu. Saat ini belum ada yang menyatakan menjadi pimpinan di antara empat orang tersebut. "Dari hasil pemantauan, belum ada yang men-declare (menyatakan) diri sebagai pemimpin pengganti Ali Kalora. Jadi mereka yang tersisa sebenarnya hanya pengikut. Makanya kami mengimbau mereka secepatnya menyerahkan diri. Mereka ini kualitasnya tidak setinggi anggota yang terlebih dahulu dilumpuhkan," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar dalam program Blak-blakan di detikcom, Jumat (1/10/2021).

Imbauan untuk menyerahkan diri, dia melanjutkan, sebetulnya juga selalu disampaikan kepada Ali Kalora sebelum akhirnya tewas ditembak. Aparat keamanan sudah berbicara dengan pihak keluarga dan kerabat dekat mereka untuk ikut membantu membujuk. Juga para tokoh agama menyampaikan hal serupa.

Ali Kalora sempat menyatakan bersedia menyerahkan diri tapi kemudian batal. Kenapa?

Di antara mereka, kata Boy, sepertinya terjadi perdebatan. Ada yang setuju menyerahkan diri, ada yang tidak. Posisi Ali makin terjepit ketika aparat beberapa waktu lalu menangkap Ustaz Yunus, dan Ali cs kemudian seperti kehilangan tempat berkonsultasi.

Selain itu, sejumlah tokoh agama, seperti Pendeta Damanik dan Ustaz Adnan Arsal, ikut berperan penting dalam menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi memberi akses akomodasi kepada Ali cs. "Masyarakat sudah lelah terus-menerus dicekam ketakutan, menjadi korban teror," ujar Boy.

Setelah tewasnya Ali Kalora, ia melanjutkan, BNPT dan segenap instansi terkait akan terus melakukan pembinaan kepada masyarakat dan tokoh agama di 17 desa di wilayah Poso, Parigi, dan Sigi. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa ustaz yang menyampaikan materi ceramah keagamaan dengan nada yang memberi sokongan kepada Ali.

"Jadi dari identifikasi kita terhadap desa-desa yang potensi berkembang menjadi pendukung simpatisan terhadap Ali Kalora cs, ke depannya kita intensiflkan pengawasan terhadap ceramah agama yang provokatif. Kita akan komunikasikan dengan Kementerian Agama," ujar Boy.

Selain kepada masyarakat di Poso, BNPT juga akan melakukan proses deradikalisasi kepada keluarga Ali Kalora yang tinggal di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Proses deradikalisasi di lingkungan keluarga pelaku teroris juga menjadi aspek terpenting.

(jat/jat)