Bamsoet Kenang Sosok Sabam Sirait sebagai Guru Politik Bangsa

ADVERTISEMENT

Bamsoet Kenang Sosok Sabam Sirait sebagai Guru Politik Bangsa

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 10:22 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soestyo Kenang Sosok Sabam Sirait
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya tokoh politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait. Bamsoet menilai sosok Sabam Sirait sebagai guru politik bagi bangsa Indonesia.

Bamsoet mengulas, kiprah Sabam di dunia politik kebangsaan sangat mumpuni. Ia menilai Sabam mampu berpolitik bersama tujuh presiden Indonesia, dari mulai presiden pertama Soekarno hingga presiden ketujuh Joko Widodo.

"Politisi lain boleh datang dan pergi. Ada yang hanya di satu periode kepemimpinan presiden, atau ada juga yang hanya bisa bertahan beberapa tahun. Tidak demikian dengan Sabam Sirait. Keberadaannya di tujuh kepemimpinan presiden membuktikan bahwa kiprah politiknya tidak lekang oleh waktu. Sekaligus menunjukkan bahwa pemikiran dan kiprahnya senantiasa dibutuhkan oleh bangsa," urai Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (1/10/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan Sabam Sirait yang lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936 merupakan penerima Bintang Mahaputra Utama. Hal ini tidak lepas dari berbagai pengabdian yang pernah ia lakukan.

Sabam memiliki rekam jejak yang kuat di parlemen, antara lain sebagai anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, anggota DPR RI periode 1992-2009, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2019-sekarang.

"Di kepartaian, Sabam Sirait pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 1963-1967, Sekjen Parkindo 1967-1973, dan merupakan penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), 10 Januari 1973. Ia bahkan menjadi Sekjen PDI tiga periode, yakni 1973-1976, 1976-1981, dan 1981-1986. Sabam juga turut mendirikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), September 1998. Ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI-P 1988-2008," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan, Sabam Sirait juga aktif memperjuangkan tegaknya demokrasi dan kemanusiaan di dalam negeri serta di dunia internasional. Hal itu ditunjukkan dengan sikapnya mendukung kemerdekaan negara Palestina.

"Saya termasuk pengagum keteguhan prinsip berpolitik yang diajarkan Pak Sabam. Para pemuda yang ingin dan sedang terjun di dunia politik, harus terlebih dahulu membaca biografi dan mempelajari perjalanan hidup Pak Sabam. Sehingga tidak menjadi politisi pragmatis ataupun politisi musiman," ungkap Bamsoet.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT