Korupsi BUMN
Gus Dur Adukan Said Didu ke KPK
Rabu, 12 Apr 2006 17:27 WIB
Jakarta - Giliran Kementerian BUMN "diobok-obok" kasus korupsi. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata untuk melaporkan kasus itu. Orang yang dibidik sebagai pelaku adalah Sekretaris Menneg BUMN Said Didu."Tadi pagi saya pergi ke KPK diterima Pak Ruki (Taufiqurrahman Ruki, Ketua KPK-red) dan Erry Riana ( Wakil Ketua KPK). Di sana, saya serahkan bukti-bukti yang saya anggap sebagai tindakan korup dari Saudara Said Didu," kata Gus Dur.Hal itu disampaikan Gus Dur dalam acara tasyakuran di kediamannya, di kawasan Pondok Pesantren Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2006).Padahal sebelumnya saat di KPK, Gus Dur menolak menyebutkan kasus yang dilaporkannya. Ruki juga menyatakan Gus Dur datang ke KPK bukan untuk melaporkan kasus korupsi.Ketika didesak berapa jumlah korupsi dan dalam hal apa korupsi tersebut dilakukan Said Didu, Gus Dur enggan menjelaskan secara rinci. "Kalau itu tak usah. Pokoknya ada," kata mantan Ketua Umum PBNU itu.Menurut Gus Dur, laporan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas pertemuannya dengan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz Selasa 11 April kemarin malam. Dalam pertemuan tersebut, kata Gus Dur, Presiden Bank Dunia mengatakan tidak akan memberikan kredit kepada Indonesia jika korupsi masih tumbuh subur. "Itu sebagai bentuk tergeraknya hati saya dari tanggapan Paul Wolfowitz," jelas Gus Dur.Mantan Presiden itu yakin KPK akan mampu mengungkapkan kasus korupsi BUMN tersebut. "Ada yang bilang ini belum saatnya. Tapi saya tidak peduli. Masa bangsa tinggi begini tidak berani?" demikian Gus Dur.
(iy/)











































