Waket MPR Dukung Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nihil di 2024

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 22:20 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendukung target pemerintah dalam menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2024. Menurutnya, target ini harus dijalankan melalui serangkaian aksi kebijakan yang tepat dan terukur sehingga mencapai hasil yang diharapkan.

Sebab, kata dia, kemiskinan telah menjadi persoalan laten di negeri ini. Jumlah penduduk miskin masih berada di angka 10,14% atau sebanyak 27,54 juta orang. Padahal, penurunan kemiskinan adalah tujuan hakiki dari pertumbuhan ekonomi.

"Ini memang sudah menjadi tugas pemerintah. Turunnya angka kemiskinan adalah capaian sebenarnya dari pembangunan ekonomi. Ujung dari pertumbuhan ekonomi adalah perbaikan kesejahteraan rakyat, dan ini berarti menurunnya bahkan nihilnya kemiskinan," ujar Syarief dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut, Politisi Senior Partai Demokrat ini berpandangan perkara kemiskinan adalah masalah laten yang harus di selesaikan. Pasalnya, memberantas kemiskinan tidak bisa hanya sekadar slogan atau terbatas pada target belaka, namun harus ada aksi-aksi konkrit. Apalagi target ini dicanangkan di era pandemi, pertumbuhan melambat, bahkan sempat terkontraksi.

"Dalam banyak riset ekonomi, semakin tinggi pertumbuhan, maka kemiskinan semakin menurun. Lembaga Riset Indef, misalnya, pada sepanjang 2015-2019, karena ekonomi mampu tumbuh rata-rata hanya 5 %, angka kemiskinan hanya menurun 0,42 persen. Sementara sepanjang pemerintahan SBY dari 2004-2014, angka kemiskinan mampu turun dari 16,69% menjadi 10,96%," tuturnya.

"Bandingkan dengan periode kepemimpinan Jokowi, jika di 2015 angka kemiskinan berada pada angka 11,22%, posisi Maret 2021 hanya mampu turun menjadi 10,14%. Ini tentu patut menjadi catatan dalam hal menentukan dan mencapai target pemerintah tersebut," kata Syarief.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah betul-betul serius mengejar target yang dicanangkannya. Sebab, dengan kondisi pandemi yang menghambat aktivitas perekonomian dan menekan pertumbuhan, menihilkan kemiskinan ekstrem yang berjumlah 10,86 juta orang atau 4% dari penduduk pada 2024 menjadi tantangan yang teramat berat.

"Dengan tren pertumbuhan yang hanya mampu tumbuh di angka 3,31% pada kuartal II 2021, dan prediksi pertumbuhan di bawah 4% sepanjang 2021, menihilkan kemiskinan ekstrem 10,86 juta penduduk tentu hal yang teramat berat. Target ini tentu baik sekali dan mesti didukung penuh," ungkapnya.

"Namun jika pemerintah hanya berhenti pada target belaka, namun tidak mampu melaksanakannya atau tidak juga membereskan berbagai persoalan kebijakan dan dukungan untuk pengentasan kemiskinan, bisa jadi kita akan terjebak delusi. Mengharapkan sesuatu yang mungkin saja tidak akan atau sulit dicapai," pungkas Syarief.

(akd/ega)