NTB Bentuk Batalion Pcare, Percepat Laporan Jumlah Warga Tervaksin di Loteng

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 22:11 WIB
NTB bentuk Batalion Vaksinator untuk percepat input data penerima vaksin COVID-19 di Lombok Tengah.
Foto: NTB bentuk Batalion Vaksinator untuk percepat input data penerima vaksin COVID-19 di Lombok Tengah. (dok. Polda NTB)
Mataram -

Sistem aplikasi Pcare di Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut kerap terkendala. Untuk mengatasinya, dibentuk Batalion Pcare yang terdiri dari 180 petugas kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), serta relawan.

"Tim Batalion Pcare ini berfungsi untuk menginput data warga yang sudah divaksinasi, agar pemerintah dan juga warga cepat mendapat informasi terkait capaian vaksinasi secara nasional, dan juga data warga yang sudah divaksinasi. Anggota Batalion Pcare ini 180 orang," kata Kapolda NTB, Irjen Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (30/9/2021).

Iqbal mengungkapkan sinyal internet di Loteng tak stabil. Ditambah, ujar Iqbal, banyak warga yang vaksinasi tak digerai, tapi di rumahnya masing-masing.

"Di beberapa lokasi vaksinasi banyak terdapat wilayah yang tidak ada, terkendala signal internet, situasi dan kondisi alam desa-desa Lombok Tengah sangat banyak yang perbukitan terjal, lembah, lautan. Beda sekali dengan perkotaan," jelas Iqbal.

"Apalagi strategi percepatan laju vaksinasi di Loteng ini banyak dengan sistem door to door sehingga sangat terkendala jaringan, signal. Nah di loteng ini tidak bisa real time suntik sekaligus input data," sambung dia.

Batalion Pcare ditugaskan khusus untuk menginput data warga yang telah divaksin ke aplikasi Pcare. "Sehingga dibutuhkan tim khusus untuk menginput data warga yang sudah divaksin ditempat yang ada sinyal internetnya," ucap Iqbal.

Batalion Pcare yang digagas Iqbal ini ditempatkan di Kantor Polres Loteng. Mereka bekerja di bawah komando Kompol dr Hery Prayoga selaku penanggungjawab tim Batalion Pcare.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto menuturkan dengan peran petugas Dinas Dukcapil di Batalion Pcare adalah untuk mengatasi masalah dalam proses input data kependudukan. Biasanya, sambung Artanto, yang terjadi adalah nomor induk kependudukan (NIK) warga ditolak sistem saat di-input.

"Batalion Pcare ini juga melibatkan petugas Disdukcapil-nya. Tugas mereka langsung dapat memecahkan masalah NIK bagi peserta vaksin. Contoh bila inputor Pcare memasukan data NIK, namun tidak muncul aplikasi di Pcare, maka disdukcapil segera cari apa penyebabnya," jelas Artanto.

Artanto mengungkapkan banyak masyarakat Loteng yang belum memperbaharui kartu keluarga (KK), terutama yang membuat KK pada 2015 silam dan tahun-tahun sebelumnya. Banyak juga warga yang KK-nya masih manual.

"Sehingga sebagian besar belum ter-input di Disdukcapil. Hal tersebut menyebabkan tidak terkoneksinya antara inputor Pcare dengan data aplikasi Disdukcapil. Masyarakat NTB jarang mau mengurus pembaharuan KK, sehingga masih menggunakan KK manual dan belum terekam di aplikasi Disdukcapil," tutur Artanto.

Seperti diketahui, NTB sedang mengejar target 70 persen populasi di Lombok Tengah tervaksin. Hal itu dikarenakan November mendatang akan diadakan ajang balap motor Wolrd Bike Championship di Sirkuit Mandalika, Loteng,

(aud/fjp)