Polres Tangsel Usut Dugaan Eksploitasi Anak di Kasus Bayi Manusia Silver

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 15:42 WIB
Nenek Mumun sehari-hari berprofesi sebagai manusia silver dan beroperasi di lampu merah. Ia menjalani pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Manusia silver mengamen membawa anak. (ANDHIKA PRASETIA/detikcom)
Tangerang Selatan -

Aparat kepolisian turun tangan terkait viral bayi dan balita yang dijadikan manusia silver di Tangerang Selatan. Polisi kini tengah menyelidiki adanya dugaan tindakan eksploitasi anak.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Satpol PP dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Ya kalau memang ternyata ada eksploitasi dan patut diduga ada perbuatan-perbuatan melawan hukum. Kami kerja sama juga dengan Pol PP, Pemkot Tangerang Selatan kemudian temen-temen dari reskrim melakukan penyelidikan," ujar Iman saat dimintai konfirmasi, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut, Iman mengungkapkan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Jika kedapatan lagi, polisi tidak akan segan memberi hukuman.

"Kemarin kita sudah melakukan upaya upaya pencegahan dan preventifnya. Ada upaya-upaya penegakan hukum yang tetap itu mengedepankan kemanfaatanya," terang Iman.

Bayi 10 Bulan Dicat Silver untuk Mengamen

Sebelumnya, viral bayi dilumurin cat jadi 'manusia silver' di Pamulang, Tangerang Selatan. Bayi itu pun diajak mengamen di SPBU Parakan.

Hal ini diketahui karena adanya laporan yang diterima oleh Satpol PP Kota Tangerang Selatan. Petugas Satpol PP pun turun ke lokasi untuk mencari kebenaran dan keberadaan bayi yang dilibatkan mengamen jadi 'manusia silver' tersebut.

Ibu dan bayi tersebut kini sudah dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Melati, Jakarta Timur. Mereka saat ini menjalani rehabilitasi dan diberi pendampingan.

Kepala Balai Melati Jakarta Timur Romal Uli Jaya Sinaga mengatakan ibu dari bayi tersebut yang berinisial CK (21) dan anaknya kini dalam keadaan sehat. Mereka kemudian diberi bimbingan khusus.

"Kondisi sehat. Secara psikologis dia lebih senang, karena di sana dia kontrak, sanitasi buruk, kondisi makan nggak makan. Jadi kita bawa ke sini kita berikan kebutuhan dasarnya, sehingga tampak lebih fresh," katanya saat ditemui detikcom, Senin (27/9).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.