Oknum DPRD Maros Dilaporkan Perkosa Wanita Bakal Diperiksa BKD-DPC PPP

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 13:44 WIB
Ketua DPC PPP Maros Hasmin Badoa menanggapi kadernya inisial SS yang juga oknum DPRD Maros dilaporkan memperkosa wanita. (Hermawan/detikcom)
Ketua DPC PPP Maros Hasmin Badoa menanggapi kadernya inisial SS yang juga oknum DPRD Maros dilaporkan memperkosa wanita. (Hermawan/detikcom)
Maros -

Oknum anggota DPRD Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial SS (36), yang dilaporkan memperkosa wanita berinisial IMS (25), akan diperiksa Badan Kehormatan Dewan (BKD). Setelah itu, SS selaku kader PPP akan diperiksa DPC PPP Maros.

"Besok rencana ada pemanggilan dari Badan Kehormatan (Dewan) sekaitan dengan hal ini (laporan SS memperkosa wanita)," ucap Ketua DPC PPP Maros Hasmin Badoa saat ditemui wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (30/9/2021).

Menurut Hasmin, surat panggilan BKD DPRD Maros kepada SS terkait dugaan pemerkosaan telah dilayangkan.

Dia juga menambahkan DPC PPP Maros selanjutnya akan memanggil SS untuk diperiksa dan dimintai klarifikasi terkait dugaan perbuatannya.

"Kami akan melakukan (pemanggilan) dalam waktu dekat juga," ungkap Hasmin.

Diungkapkan Hasmin, permintaan klarifikasi sebenarnya telah dilakukan ke SS sehingga klarifikasi selanjutnya merupakan tahap lanjutan.

"Kami akan klarifikasi ke SS dulu. Yang terlapor dulu apa pembelaannya," ungkap Hasmin.

DPC PPP Maros akan segera menonaktifkan SS jika dalam pemeriksaan SS terbukti melakukan pemerkosaan terhadap wanita IMS. PPP juga akan menunggu keputusan hukum terkait kasus SS.

"Sebagai ketua partai saya tunggu putusan hukum. Kalau memang sudah ada pasti yang bersangkutan pasti kita nonaktifkan," lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, SS dipolisikan IMS yang mengaku diperkosa hingga hamil. IMS menyebutkan peristiwa pemerkosaan yang dia laporkan terjadi pada Desember 2019.

Saat itu, IMS mengaku sebenarnya menemui SS di sebuah hotel di Makassar lantaran SS sepakat melakukan investasi Rp 50 juta di perusahaan trading tempat IMS bekerja. Namun saat datang ke hotel, lanjut IMS, dia justru diperkosa terlapor.

Selanjutnya SS juga disebut menjebak IMS untuk melakukan hubungan badan di awal 2020 dengan ancaman tak jadi melakukan investasi Rp 50 juta jika IMS menolak.

IMS mengaku terpaksa menuruti kemauan SS karena dia merasa akan rugi dua kali jika dia menolak, belum lagi atasannya di kantor mempertanyakan janji investasi Rp 50 juta dari SS.

Belakangan, SS hanya menyerahkan Rp 20 juta kepada IMS untuk diinvestasikan. SS juga disebut kembali meminta berhubungan badan dengan IMS pada awal 2021 hingga IMS hamil pada April 2020.

(hmw/nvl)