Gara-gara Flu Burung, 9 Peternak Unggas Bunuh Diri

Gara-gara Flu Burung, 9 Peternak Unggas Bunuh Diri

- detikNews
Rabu, 12 Apr 2006 16:08 WIB
New Delhi - Gara-gara wabah flu burung, sejumlah peternak unggas di India memilih jalan pintas: bunuh diri. Perbuatan putus asa itu dilakukan karena para peternak itu terus mengalami kerugian akibat virus flu burung yang melanda negeri itu.Para peternak mengeluhkan merosotnya penjualan daging ayam sejak wabah flu burung menyerang. Bahkan karena tidak kuat menanggung rugi, 9 peternak unggas di India memilih untuk mengakhiri hidup mereka.Demikian disampaikan sebuah kelompok industri India, National Egg Coordination Committee (NECC) kepada kantor berita Reuters, Rabu (12/4/2006)."Sembilan peternak di seluruh India telah melakukan bunuh diri setelah usaha mereka mengalami kerugian besar," ujar O.P. Singh, anggota NECC.Kesembilan kasus bunuh diri itu dilaporkan dalam 15 hari terakhir di wilayah Tamil Nadu, West Bengal, Assam, Andhra Pradesh dan Maharashtra yang menjadi pusat wabah flu burung di India.Wabah flu burung telah membuat para peternak unggas terus merugi. Bahkan dalam dua bulan terakhir ini, kerugiannya ditaksir mencapai sekitar US$ 2,2 miliar.Menurut komite NECC, tercatat ada 123 ribu peternak unggas di India dan sekitar 70 persen di antara meraka saat ini dalam kondisi memprihatinkan. "Kebanyakan pemilik unggas kecil-kecilan memulai usaha mereka dengan menjual tanah dan perhiasan. Dan ketika mereka tidak bisa menutupi biaya-biaya, maka mereka tidak punya pilihan," kata Singh mengenai para peternak yang bunuh diri.Pemerintah India dan industri unggas sebenarnya telah menggalakkan kampanye untuk menumbuhkan kembali keinginan masyarakat memakan ayam dan telur. Namun akibat ketakutan akan virus flu burung, kampanye itu tidak memperoleh banyak respons dari publik.Akibat wabah penyakit mematikan itu, harga daging ayam di India turun drastis. Jika sebelumnya, harga ayam per kilo adalah 20 rupee, kini setelah wabah flu burung, harganya anjlok menjadi 4 rupee per kilogram. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads