Pengelola Playboy Minta Ekspresi Penolakan Dilakukan Damai
Rabu, 12 Apr 2006 15:54 WIB
Jakarta - Pengelola Majalah Playboy Indonesia menghormati perbedaan pandangan soal penerbitan majalah itu. Namun perbedaan mestinya diekspresikan secara damai.Demikian siaran pers Direktur PT Velvet Silver Media Erwin Arnada yang berbahasa Inggris yang diterima wartawan di kantor Majalah Playboy, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (12/4/2006).Dikatakannya, PT Velvet Silver Media yang menerbitkan Majalah Playboy Indonesia mengulangi komitmennya untuk mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia. "Kami sepenuhnya menghormati masyarakat yang ingin mengeskpresikan pandangan mereka tentang majalah ini. Tapi ekspresi itu haruslah dilakukan dengan cara damai dan tidak mengabaikan hak-hak orang lain," ujar Erwin Arnada.Dalam mematuhi hukum di Indonesia, pihak Playboy tidak akan mengeluarkan materi-materi yang berbau foto telanjang. "Kami telah mengambil langkah-langkah untuk menghindari majalah ini mendapat tanggapan negatif dari pembaca. Salah satu upaya itu kami menjual majalah ini tertutup di dalam amplop dan menuliskan kabel untuk dewasa di cover majalah," imbuhnya.Playboy yang terbit mulai 7 April ini dijual di tempat yang selektif seperti di toko buku yang dipilih, agen dan pengecer di kota besar di Indonesia."Target kami adalah masyarakat urban yang telah dewasa berusia 25-45 tahun. Tak kurang dari lima hari hampir seluruh copy dari edisi perdana majalah Playboy Indonesia terjual," ungkap dia.Sebelum majalah ini di-launching, lanjut Erwin Arnada, pihaknya telah me-review materinya secara hati-hati. Playboy Indonesia juga telah meminta pendapat dari ahli bahasa, pakar budaya, pemimpin agama serta analis media untuk memastikan materi majalah sesuai dengan hukum di Indonesia.
(san/)











































