Deretan Kejadian yang Diklaim Jadi Isu Kebangkitan PKI

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 11:32 WIB
Tentang Museum Kostrad yang Urusan Patungnya Disorot Gatot
Foto: Patung-patung di Markas Kostrad yang kemudian dipindahkan dan dikaitkan oleh Gatot dengan kebangkitan PKI (dok.Kostrad)

2018: Penghapusan Kewajiban Pemutaran Film G-30 S/PKI

Narasi berbeda juga pernah disampaikan oleh Alfian Tanjung. Tahun 2018, Alfian sendiri terjerat kasus ujaran kebencian lewat cuitan 'PDIP 85% isinya kader PKI' di akun Twitter.

Dalam sidang, Alfian membacakan pledoinya. Alfian Tanjung menyinggung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Ia membeberkan, indikasi bangkitnya PKI salah satunya karena ditiadakannya pemutaran film G-30-S/PKI.

"Saya akan tegaskan indikasi bangkitnya PKI, membaca zaman yang sedang bergerak, dinamika sosial-politik secara nasional cukup banyak dan banyak tanda kebangkitan paham komunisme PKI," kata Alfian saat membaca pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

"Pertama, ditiadakanya pemutaran film G-30-S/PKI. Termasuk ikrar dari Panglima TNI yang sekarang, tidak akan memutarkan film G-30-S/PKI. Sebagai langkah awal melenyapkan jejak hitam sejarah PKI. Hal ini mereka lakukan secara sistematis sejak 1980-an," imbuh Alfian.

Dikutip dari pleidoinya, indikasi kedua adalah dihilangkannya kata 'PKI' dari 'G-30-S' pada 2004. Menurut Alfian, hal ini untuk menegaskan bahwa PKI tidak terlibat dalam peristiwa itu.

Ketiga, menurut Alfian dalam pleidoinya, gencarnya penerbitan berupa buku setelah terbitnya 'Aku Bangga Jadi Anak PKI 2002', terbit buku 'Anak PKI Masuk Parlemen 2005'. Selanjutnya, terbit buku sejarah dan pedoman membangun kekuatan komunis di Indonesia sebagai modal bagi mereka untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Keempat, kata Alfian, HUT PKI dirayakan secara terbuka pada 2015. Dilanjutkan dengan event kegiatan PKI di berbagai daerah: Sumatera, Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Timur.

2020: Penghapusan Pelajaran G30S/PKI

Video berjudul 'Jenderal Gatot Endus PKI Gaya Baru Sejak 2008' diunggah oleh kanal YouTube Hersubeno Point. Mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo banyak bicara soal PKI di kanal YouTube itu.

Gatot juga bicara soal kebangkitan PKI. Dia mengaku mengetahui kebangkitan PKI gaya baru sejak 2008. Salah satu tandanya, menurutnya, hilangnya pelajaran sejarah tentang G30S/PKI.

"Memang gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya, tetapi dirasakan bisa. Contohnya kenapa 2008, karena sejak 2008 itulah seluruh sekolah, pelajaran soal G30S/PKI ditiadakan. Ini suatu hal yang sangat berbahaya," ujar Gatot tahu 2020.

2020: Munculnya Isu Ekasila

Kebangkitan PKI juga pernah dikaitkan dengan konsep ekasila. Hal ini pernah dilontarkan oleh Ahmad Dhani pada momen hari jadi ke-75 TNI. Ahmad Dhani meminta TNI fokus kepada bahaya laten komunis.

"Bahaya laten itu komunis (PKI) karena ada dalam TAP MPRS No 25 tahun 1966. HTI-FPI-DI TII tidak ada di dalam Tap MPR. Jadi fokus saja pada perintah TAP MPRS No 25 tahun 1966," kata Ahmad Dhani dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

Ahmad Dhani menegaskan tak ada HTI hingga DI-TII di tiga partai politik Indonesia terbesar saat ini. Menurut Dhani, orang yang teriak waspada HTI hingga DI-TII terkesan norak.

Ahmad Dhani lalu bicara soal NEO PKI. Ahmad Dhani bicara soal sejarah PKI yang menurutnya melebur ke partai. Dia menyinggung soal ekasila.

"Sebaliknya, mengapa masyarakat takut ada NEO PKI? Karena masyarakat tahunya PKI dulu melebur ke PDIP dan rakyat tahu PDIP memimpin koalisi Jokowi-Ma'ruf. Apalagi rakyat juga sudah tahu soal Pancasila mau diganti Trisila bahkan Ekasila," sebut Ahmad Dhani.