Kapten Pierre Tendean dan Sisi Lain Kisah Cintanya dengan Rukmini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 11:14 WIB
Pahlawan Kapten Pierre Tendean
Foto: Kapten Pierre Tendean (Dok. Ilustrator detikcom)
Jakarta -

Kapten Pierre Tendean, sosoknya kembali jadi sorotan di tengah peringatan tragedi G30S/PKI. Ada banyak cerita sisi lain Kapten Pierre Tendean semasa hidup, salah satunya tentang kisah cintanya.

Kapten Pierre Tendean adalah anak kedua dari dokter berdarah Minahasa bernama Dr. A.L. Tendean dan wanita Belanda berdarah Prancis, Maria Elizabeth Cornet. Dia lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939.

Kapten Pierre Tendean bergabung dengan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) pada 1958 di Bandung. Nasibnya berakhir tragis setelah menjadi korban peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Semasa bertugas di berbagai daerah, Kapten Pierre Tendean tetap berkomunikasi dengan keluarganya lewat surat. Dikutip dari Sang Patriot, Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean, Kapten Pierre Tendean sering menambahkan rasa humor di dalam surat-suratnya. Di antaranya dengan menyebut beberapa keuntungan saat bepergian ketika bertugas.

"Lumayan juga aku dapat tugas sebagai interpreter di samping tugasku sebagai Danton Zipur. Mendengar banyak, melihat banyak, danlast but not leastmakan banyak dan enak yang disuguhkan di atas kapal," tutur Kapten Pierre Tendean dikutip dalam buku tersebut.

Perjumpaan Kapten Pierre Tendean dan Rukmini

Salah satu kota tempat Kapten Pierre Tendean bepergian adalah Medan. Di sana, dia mengenal seorang gadis bernama Rukmini Chamim atau Mimin. Umurnya 8 tahun lebih muda daripada Kapten Pierre Tendean.

Sempat menolak, Kapten Pierre Tendean akhirnya mau bertemu dengan Rukmini usai dibujuk teman-temannya. Setelah bertemu, Kapten Pierre Tendean ternyata jatuh hati pada Rukmini.

Sosok Rukmini yang Pikat Kapten Pierre Tendean

Nama lengkap Rukmini ialah Rr. M. CH. A. Nurindah Rukmini Chamim. Dia adalah anak sulung dari empat bersaudara. Sang ayah adalah Raden Chamim Rijo Siswopranoto. Menurut bukuTeror Kudeta G.30.S terbitan Pantja Sila (1965), ibunda Rukmini masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan istri Jenderal Sumitro, mantan Panglima ABRI dan Pangkopkamtib di tahun 1970-an. Selain itu, disebut juga bahwa Rukmini merupakan keponakan dari Bantu Hardio, seorang perwira intel TNI AD, yang menikah dengan adik ibunda Rukmini.

Rukmini adalah gadis berdarah Jawa asal Yogyakarta dari keluarga penganut agama Islam yang taat. Keluarga besarnya termasuk dalam Barisan Muhammadiyah Kota Medan dan Yogyakarta. Rukmini pun dikenal sebagai gadis yang salehah dan rajin beribadah.


Selengkapnya tentang kisah Kapten Pierre Tendean dan Rukmini dapat disimak di artikel HaiBunda berjudul 'Kisah Cinta Pierre Tendean & Rukmini Chamim, Usia Terpaut 8 Th hingga Beda Agama'

Simak juga 'Saat Dibilang Mirip Tunangan Kapten Tendean, Dewi Gita: Kayak Aku Muda':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)