Kemnaker Kebut Persiapan Pertemuan G20 EWG dan LEMM Tahun 2022

ADVERTISEMENT

Kemnaker Kebut Persiapan Pertemuan G20 EWG dan LEMM Tahun 2022

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 23:15 WIB
Sekjen Kemnaker
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tersebut mengebut persiapan Pertemuan Kelompok Kerja G20 Bidang Ketenagakerjaan (G20 EWG dan LEMM). Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi mengatakan pihaknya memastikan segala sesuatu berjalan lancar, termasuk soal isu prioritas beserta expected outcomes yang akan dibawa ke forum tersebut.

Di Rapat Koordinasi (Rakor) Finalisasi Concept Notes dan Issue Notes serta Penyusunan Tentative Agenda Pertemuan G20 EWG dan LEMM Presidensi Indonesia Tahun 2022 yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, Anwar menjelaskan event tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal. Pasalnya, untuk kembali menjadi tuan rumah butuh waktu yang panjang lagi.

"Ini adalah waktu kita. Kita harus membuktikan kemampuan melaksanakan event ini dengan baik dan lancar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Ia menilai, event internasional ini bukan hanya hajat Kementerian Ketenagakerjaan atau pemerintah saja, melainkan juga masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Ia meminta agar semua pihak dapat menyemarakkan perhelatan akbar ini.

"Berbagai komunitas kita berikan untuk berperan pada event ini," katanya.

Anwar juga menyampaikan pesan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, yang meminta agar diselenggarakan forum yang bersifat akademik guna mendapatkan public engagement. Forum tersebut diharapkan bisa terlaksana sebelum Pertemuan G20 EWG dan LEMM Presidensi Indonesia Tahun 2022.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Kemnaker, Muhammad Arif Hidayat menambahkan persiapan G20 EWG dan LEMM ini dilaksanakan sesuai timeline yang telah ditetapkan oleh Tim Nasional G20 dan selalu dikoordinasikan dengan Tim Sherpa Track Indonesia.

Sebagai informasi, rakor ini diikuti Staf Khusus Menaker, Hindun Anisah dan Mohammad Reza Hafiz Akbar; Kepala Biro Kerja Sama, Muhammad Arif Hidayat; Peneliti INDEF, Andry Satrio Nugroho; Direktur The Prakarsa, Ah Maftuchan; perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri, dan perwakilan lembaga lainnya.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT