Indonesia Diyakini Capai Generasi Emas 2045

Khoirul Anam - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 21:17 WIB
People with face mask. Concept with copy space. Portrait of adult woman in quarantine of flu. Photo on the street in the city. Picture for coronavirus covid-19 (SARS-CoV-2)
Foto: Getty Images/gahsoon
Jakarta -

Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) menggelar program di bidang pendidikan dan pembangunan manusia, khususnya mengenai teknologi digital. Masing-masing program dikemas dalam bersamaBisa, bersamaCerdas, dan GenerasiGigih.

Chairwoman of Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) Monica Oudang, program tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Adapun kata dia, untuk tercapainya Generasi Indonesia Emas sangat memungkinkan. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan peningkatan SDM. Ia menegaskan bahwa peningkatan SDM dilakukan dengan berfokus pada inovasi dan teknologi.

Adapun bersamaBISA merupakan program pendampingan bagi siswa sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA dalam mengembangkan kemampuan non teknis, antara lain komunikasi, kolaborasi dan kreativitas. Sementara itu, bersamaCERDAS adalah program donasi laptop sekaligus dengan konten dan bahan ajar. Sementara Generasi GIGIH merupakan program pemagangan untuk membekali talenta teknologi agar mampu beradaptasi terhadap tantangan dan menambah daya saing di kompetisi tenaga kerja.

"Kalau mereka (peserta program) tidak diekspos dan tidak ada yang memberi mereka kesempatan, maka mereka tidak akan tahu. Jadi di sinilah peran YABB dan kami melihat bagaimana caranya kita bisa membuka akses. Bagaimana caranya kita bisa mengekspos mereka," kata dia dalam diskusi terbatas bersama talenta program YABB, Rabu (29/9/2021).

Peserta dari program tersebut berlaku bagi masyarakat umum. Adapun, dari ribuan pendaftar, berhasil disaring sebanyak 63 peserta.

"Yang ktia saring, yang kita lihat pertama kali itu adalah mindset dan kegigihan. Karena buat kita itu skill set bisa diajarkan. Memiliki mindset adalah segala-galanya karena akan bisa membawa kita lebih jauh. Jadi yang kita cari adalah mindset, learning agility, kegigihan, itu yang kita lihat," lanjutnya.

Selanjutnya, untuk jangkauan program tersebut, ia menjelaskan, dari siswa SMK hingga lulus kuliah di 24 provinsi dan 230 kota.

Di samping program tersebut, tujuan Generasi Indonesia Emas juga telah dilakukan oleh pemerintah. Menurutnya, dukungan diberikan oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolog, serta Kementerian Komunikasi dan Informatik.

"Jadi kita memang melihat bahwa kinerja dari pemerintah untuk hal ini sangat gotong royong dan saling bahu membahu. Dan saya yakin infrastruktur ini kan satu, dan yang kedua adalah dalam penguatan SDM-nya," papar dia.

Dalam kesempatan yang sama, peserta program Generasi GIGIH Eka Dewi mengatakan, program tersebut memberikannya pembelajaran dan pengalaman lengkap, mulai dari peningkatan skill teknis hingga kecakapan soft skill, seperti kepemimpinan, mengemukakan pendapat, dan kolaborasi. Adapun ia mengaku, sebelumnya akses ke perangkat teknologi sangat terbatas.

"Jangankan untuk memperdalam ilmu yang bisa kita dapat, karena untuk mengerjakan tugas saja itu sudah sesuatu hal yang sangat sulit untuk saya jalani. Apalagi untuk perempuan di zaman itu teknologi sesuatu yang jarang," terang dia.

Menurutnya, hal yang paling terasa setelah mengikuti program Generasi Gigih adalah adanya perubahan mindset dan kepercayaan diri.

(prf/ega)